Tamyiz dan Perintah Sholat Bagi Anak – Anak

Tamyiz dan Perintah Sholat Bagi Anak – Anak : Memiliki anak dalam kehidupan berumah tangga adalah harapan setiap orang tua. Setelah buah hati beranjak besar dan mulai memasuki usia anak anak, maka saat itulah orang tua mempunyai kewajiban memberi perintah sholat kepada anak untuk melaksanakan sholat.

Tamyiz dan Perintah Sholat Bagi Anak – Anak

Apa Yang dimaksud Usia Tamyiz

Sering mendengar kata Tamyiz, namun kadang kita tidak tahu bagaimana batas umurnya.  Dari paparan Syaikh Sulaiman Ar-Ryuhaily, beliau berkata bahwa menurut sebagian ulama ” tamyiz tidak memiliki batas umur tertentu, tapi dapat dilihat dari sikap anak tersebut. jika ia telah mampu membedakan antara hal yang merugikan dan bermanfaat, maka dikatakan ia telah masuk usia tamyiz.”
Namun sebagian ulama lagi berpendapat “ Tamyiz dimulai dari umur tujuh tahun”. Dan pernyataan ini lebih tepat, karena Nabi Shallahu ’alaihiwassalam pernah bersabda:  “Perintahkan anak-anak kalian untuk sholat, saat mereka berumur tujuh tahun”.

Baca Juga: Aqiqah Bayi Laki-Laki Harus 2 Kambingkah ..?

Ajarkan Anak Beramal Hanya Berharap Akhirat

Pemberian perintah kepada anak, harus dilakukan dengan cara yang lembut, membimbing dan mengemangati. Tidak ada pemberian hukuman sama sekali pada anak di usia Tamyiz.

Bagaimana contohnya? Para orang tua bisa mengatakan “ Ayo kita sholat nak” atau “jika kamu sholat, maka kamu akan disayang ALLAH” . Dan bentuk kalimat-kalimat seperti ini sangat penting sekali. Jika kita mengatakan “Nak, jika kamu shalat, maka ALLAH akan memberimu surga, ALLAH akan memasukkanmu ke surga, yang disana kamu bisa mendapatkan apapun”.

Dan ketika anak-anak melakukan amalan, jangan anda biasakan kepada mereka berharap dunia. Adalah sebuah kesalahan yang besar, ketika anda menanaman dalam hati anak , ketika beramal hanya karena tujuan dunia saja.

Semisal, anda mengatakan kepada anak “ ayo sholat nak, nanti ibu beri kamu 10ribu rupiah” atau “ayo sholat nak, nanti ayah ajak ke tempat kreasi itu’. Hal hal seperti ini menumbuhkan tujuan dunia di hati anak.

Cara Mengingatkan Anak Ibadah

Akan tetapi, jadikan surga dan keridhaan ALLAH sebagai tujuan anak ketika beribadah. Dengan mengatakan kepada anak anda “jika kamu sholat, bisa jadi nanti ALLAH akan memberikan kepada ibu sebuah  ide untuk memberimu 10ribu” selalu kaitkan dengan ALLAH. Karena anak masih kecil, sehingga  sangat mudah belajar.

Atau  bisa dengan kalimat “ jika kamu sholat, bisa jadi nanti engkau akan memberikan ide kepada ayah, untuk mengajakmu bertamasya ke tempat “X”. Selalu kaitkan dengan ALLAH.
Kalimat seperti ini sangat penting sekali ketika kita ingin mendidik mereka dengan keimanan. Begitu juga dalam menanamkan keiklhasan dalam hati mereka. Dan ketergantungan mereka kepada ALLAH subhanahu wata’ala.

Oleh karena itu, pasti kalian pernah menemui seorang anak yang tidak mau berbohong.  Jika kalian tanyakan kepada mereka, “kenapa ?”

Maka anak akan menjawab: “karena berbohong bisa menyebabkan manusia masuk ke neraka” . “bohong akan mengantarkan manusia ke neraka”.

Anda bisa mendidik anak anak anda di atas hal-hal seperti ini dan pelajaran seprti ini, pasti akan selalu mereka ingat.

Akan tetapi jika ia berbohong, lalu kalian katakan: “jangan berbohong, nanti saya akan marah kepadamu”. Apabila hal ini dilakukan, saat anak jauh dari anda, maka ia tidak akan takut berbohong.

Permasalahan seperti ini sangat penting sekali untuk diperhatikan.

Kesimpulannya, kita bisa memerintah anak untuk melaksanakan perintah sholat dimulai dari umur tujuh tahun, perintah ini berguna untuk memotivasi, dan dilakukan tanpa ancaman, tanpa memukul, tanpa mencela, tanpa menghina, tanpa ada hukuman apaun. Selalu terapkan pola perintah seperti itu, sampai anak berumur 10 tahun.

Kewajiban  Orang Tua Memerintahkan Anak Sholat

Wajib bagi anda sebagai orangtua untuk selama 3 tahun ke depan sejak anak berumur 7 tahun. Wajib untuk memerintahkan anak-anak kalian sholat, walaupun perintah sholat belum wajib atas mereka.

Maksudnya perintah sholat disini adalah orang tua wajib memerintah mereka, tapi hukum sholat, belum wajib atas mereka. Dengan kata lain, jika kalian tidak memerintahkannya, maka kalian telah melakukan dosa.

Dan jika anak tersebut tidak sholat, maka ia tidak berdosa. Dan usahakan ketika melakukan perintah sholat, dilakukan dengan kalimat ajakan. Setiap kali waktu sholat datang, anda bisa berbicara: “nak (sebut namanya), shalat yuk!” terus lakukan seperti itu, sampai ia berumur 10 tahun.

Dan jika anak sudah mencapai umur 10 tahun, sholat tetap belum wajib bagi mereka. Dan kalaupun mereka tidak sholat, tidak ada dosa. Akan tetapi, jika ia telah mencapai umur 10 tahun, tapi tidak sholat, maka anak wajib dipukul. Hal tersebut dilakukan, agar mereka terbiasa sholat saat mereka telah dewasa nanti. Nah mulai dari umur 10 tahun hingga ia baligh, mulailah mendidik anak dengan ancaman (hukuman). Dan diantara bentuk ancaman (hukuman itu) adalah pukulan. Dengan tujuan anak tersebut mau melaksanakan sholat.

Seperti inilah cara mendidik anak untuk sholat, yang diajarkan nabi shallahu ‘alaihi wassalam.