Syarat Kambing Aqiqah

Aqiqah atau nasikah disyariatkan untuk dilakukan terkait dengan kelahiran seorang anak. Waktu pelaksanaannya yaitu pada hari ketujuh kelahiran anak tersebut, jika orang tua memiliki kemampuan untuk melakukannya pada waktu tersebut. Jika tidak mampu melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa diundur dan dilakukan pada hari yang lain saat orang tua sudah mampu untuk melaksanakannya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ تذبحُ عنْهُ يومَ السَّابعِ ويُحلَقُ رأسُهُ ويُسمَّى

“Setiap anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur, dan diberikan nama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany Rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah No.2580).

Syarat-Syarat Kambing Aqiqah yang Harus Terpenuhi

Sebagai sebuah ibadah, dalam pelaksanaan aqiqah haruslah memenuhi syarat-syarat kambing aqiqah yang telah ditetapkan oleh syariat. Adapun syarat-syaratnya adalah sama dengan syarat-syarat yang harus terpenuhi pada kambing untuk sembelihan qurban.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan syarat-syarat kambing aqiqah yang harus terpenuhi :

1.Usia Kambing Telah Genap 1 Tahun

Syarat kambing aqiqahyang pertama harus terpenuhi adalah sudah genap berusia 1 tahun untuk kambing atau genap berusia 6 bulan untuk jenis domba. Hal ini telah ditegaskan dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari dho’n (domba).” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 1963)

Makna musinnah yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah onta yang sudah genap berusia 5 tahun, sapi yang sudah genap berusia 2 tahun, serta kambing yang sudah genap berusia 1 tahun. Jika tidak mampu terpenuhi, maka boleh menyembelih domba yang sehat dan telah genap berusia 6 bulan.

2.Kambing Aqiqah Harus Bebas Cacat

Selain usianya telah memenuhi syarat kambing aqiqah, dipersyaratkan juga kambing tersebut haruslah bebas dari beberapa cacat yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berikut ini :

أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي

“Empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban, yaitu buta sebelah dan jelas kebutaannya, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang dan tampak jelas pincangnya, sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” (Diriwayatkan 4 penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad, dan haditsnya dianggap shahih oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

3.Jenis Kelamin Tidak Berpengaruh

Tidak ada ketentuan dari syariat terkait dengan jenis kelamin dari kambing aqiqah. Oleh karena itu, sembelihan aqiqah bisa dalam bentuk kambing jantan maupun betina. Yang jelas, kambing tersebut haruslah sehat dan layak untuk dijadikan sebagai kambing aqiqah.

4.Jumlah dan Jenis Hewan Aqiqah

Untuk jumlah kambing aqiqah, maka telah datang ketentuannya dalam hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Di antaranya adalah apa yang ditunjukkan dalam hadits berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  أَمَرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Dari Aisyah Radhiallahu Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kepada mereka untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan bagi anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” (Diriwayatkan Oleh At-Tirmidzi).

Jadi, untuk aqiqah anak perempuan adalah dengan satu ekor kambing, sedangkan untuk aqiqah anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing.

Jika orang tua tidak memiliki kemampuan untuk menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki, maka boleh menyembelih satu ekor kambing saja. Boleh juga digenapkan satu ekor lainnya di masa mendatang saat orang tua sudah memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Hal ini sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh hadits berikut ini :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (Dirwayatkan oleh Abu Daud no. 2841, dan Syaikh Al-Albani Rahimahullah menganggap derajat haditsnya shahih.”

Demikianlah informasi singkat terkait dengan syarat kambing aqiqah yang harus terpenuhi. Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi kaum muslimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *