Syarat Kambing Aqiqah Yang Layak.

Mau buat acara aqiqah, penuhi dulu 4 syarat ini. Apa saja syarat kambing aqiqah yang layak untuk disembelih.

  1. Cukup umur
    Minimal kambing sudah berumur satu tahun, baik yang jantan maupun yang betina. Namun kalo domba, boleh berusia minimal 6 bulan ke atas (bukan 6 bulan ke bawah) . Oleh karena itu, kambing yang masih kecil tidak boleh disembelih untuk aqiqah.
  2. Tidak Cacat
    Cacat dalam hal ini seperti hewan yang mata buta / juling, sakit yang parah, picang / patah kakinya dan sangat kurus sehingga tidak memilki daging layak konsumsi. Kambing atau domba yang hendak dijadkan sembelihan harus sehat
  3. Dimasak lebih dahulu
    Daging aqiqah dianjurkan untuk dimasak terlebih dahulu, baru kemudian diberikan kepada orang lain.
  4. Jumlah kambing atau domba tergantung jenis kelamin anak
    Sesuai dengan fiqih nya, untuk bayi perempuan menggunakan 1 ekor kambing dan untuk bayi laki-laki menggunakan 2 ekor kambing.
Aqiqah
Gambar: Bayi Tidur.                                       Sumber: Tai’s captures. By Unsplash

Shohibul Aqiqah

Shohibul Aqiqah adalah sebutan untuk orang yang melakukan ibadah aqiqah, yakni menyembelih hewan sesuai dengan yang disyaratkan dalam saat pelaksanaan aqiqah.

Baca Juga:
Hukum Aqiqah Dalam Pandangan Islam

Polemik Seputar Aqiqah

Bayar Aqiqah sudah mahal, namun ujung-ujungnya tetap ngak sah, buat apa?

Dalam proses pemotongan aqiqah, pihak penyelenggara sebaiknya membuat video tentang pemotongan kambing yang sesuai syariat. Dimana pemotongan dilakukan oleh ahlinya disertai pengucapan nama untuk bayi yang di aqiqah

Ada banyak pertanyaan dari masyarakat / yang belum paham terkait dengan aqiqah  seperti mengenai usianya, syarat- syaratnya  hewannya harus sperti apa dan lain lain.

Memang banyak orang yang menginginkan  aqiqah yang paling murah.  Namun kenyataan nya yang dipakai malah hewan kurban yang belum cukup umur.

Dari beberapa pendapat ulama, mengqiaskan aqiqah sama dengan qurban.  Dan hadisth hadisth tentang qurban juga dipakai di aqiqah. Yang membedakan adalah,bila untuk anak laki-laki menggunakan  2 ekor hewan kurban, sedangkan pada qurban cukup menggunakan 1ekor kambing.

Ada beberapa domba /kambing yang berukuran kecil tapi sudah berumur tua, ada juga yang berbadan  besar tapi masih berusia muda. Disini anda harus pintar pintar memilih kambing untuk aqiqah, tidak rugi secara dana tapi usianya juga masuk secara fikih syari jadi bukan hanya pilih yang murah.

Yang paling bagus memang adalah yang masuk secara usia, badannya besar, jantan dan  bertanduk, sama seperti yang Rasulullah lakukan ketika nabi menyembelih untuk aqiqah .
Namun anda pun tidak usah memaksakan diri, jangan sampai karena budget terbatas dan mau pilih yang terbaik malah tidak jadi mengaqiqah anaknya.

Padahal sunnah muakkadnya itu di hari ke 7. Apabila di hari ke 7 anda sanggupnya betina ya tidak ada masalah. Tidak ada satu dalil pun yang mengharuskan jenis jantan. Baik hewan kambing atau domba tidak masalah, yang penting cukup umur.

Banyak konsumen yang menginginkan harga murah tapi berkualitas. Kadang-kadang konsumen terjebak dengan kata “murah” itu.

Karena tidak selamanya domba berukuran kecil itu berusia muda dan domba berukuran besar itu berusia tua.

Sangat disaranakan bagi para sohibul aqiqah (orang yang akan melaksanakan aqiqah)  untuk melihat sendiri proses pemyembelihan hewan aqiqahnya dan kalo bisa,  bahkan bisa ikut menyembelih.

Budget Terbatas, Pilih Betina atau Jantan

Apabila budget anda terbatasa, misalnya anda hanya mempunyai  dana sebesar  2,5 juta. Apakah anda akan memilih hewan jantan atau betina?

Apabila ada hewan betina yang besar seharga 2,5 juta sudah termasuk dimasak  untuk 100 porsi. Sedangkan kalo hewan jantan  hanya bisa untuk 50 porsi. Maka lebih bagus memilih yang lebih banyak porsinya, agar masyalahatnya lebih banyak  karena akan dikonsumsi orang lain.

Bagi para Sohibul Aqiqah juga harus pinta-pintar memilih kambing untuk aqiqah  dari penjual, seperti meminta foto dan video penyembelihan hewan aqiqahnya. Jangan sampai memesan aqiqah tapi ternyata dagingnya dari stok di kulkas pendingan atau daging yang dibeli di pasar, apabila sudah demikian maka aqiqahnya menjadi tidak sah.

Karena dalam islam yang dinilai pertama itu adalah dari niatnya. Niat penyembelihan itu apa, apakah sedekah atau qurban atau aqiqah.

Dan niatnya nya pun atas nama siapa, niat bisa disebutkan didalam hati atau dilafazaskan, tapi tetap harus ada niat untuk apa hewan tersebut disembelih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *