Setiap Anak Tergadai Dengan Aqiqahnya

Setiap Anak Tergadai Dengan Aqiqahnya – Pernah mendengar hadis nabi yang mengatakan “Setiap anak itu tergadai dengan prosesi aqiqahnya, dengan disembelih hewan aqiqah pada hari ke 7 dan bersamaan dengan itu dicukur rambutnya (atau cukur habis) dan diberikan namanya”

Maka kita baca Hadist lengkapnya,
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Dawud)

Jadi dalam hadist itu ada 3 proses yaitu aqiqah, cukur rambut dan pemberian nama.

Anak Tergadai Dengan Aqiqahnya

Asal Kata Aqiqah

Menurut Ustad Adi Hidayat dalam ceramahnya. Kata Gulam dalam bahasa Arab, dilekatkan pada anak yang mulai tumbuh sampai menjelang baligh, jadi belum Baligh.
Aqiqah berasal dari kata ‘Aka, asal kata dari ‘Aka  adalah memotong atau membelah atau memisahkan.

Manusia mempunyai kesempurnaan jiwa sejak ia berusia 4 bulan di dalm kandungan. Saat kesempurnaan jiwa ini terjadi , manusia memiliki 2 potensi yang melekat di dalam tubuhnya. Satu potensi baik disebut takwa  dan potensi kurang baik disebut fujur. Seperti anonim, kalo ada jujur lawannya bohong. Tawadhu (rendah hati) lawannya sombong. Demikian seterusnya.

Baca juga:
Prosesi Aqiqah Bayi

Fujur diberikan oleh ALLAH untuk menjadi katalis / mempercepat supaya “potensi baik” ini bisa mucul. Fujur juga disebut dengan nama nafsu. Kalo takwa itu bawaan  sifat malaikat, karena malaikat selalu baik dan tidak pernah melakukan kesalahan. Berbeda dengan kebalikannya, nafsu cenderung membawa kepada kesalahan.
Sedangkan nafsu, itu adalah sifat bawaan yang langsung dilekatkan pada hewan. Makanya kalo hewan berbuat banyak kesalahan dan beraksi  tanpa pertimbangan, seperti hewan buang kotoran sembarangan, hewan melakukan hub biologis tanpa kontrol, hewan sangat gampang emosi dst.  Karena memang sifat fitrah hewan itu tercipta dengan nafsunya.

ALLAH Memerintahkan Hamba-Nya Untuk Aqiqah

Dan ALLAH dengan sifat kasih dan penyayangnya, memberikan arahan kepada manusia. Agar sejak bayi itu terlahir, yaitu dari bayi sampai sebelum baligh. Waktu dimana sebelum semua hal baik buruk dicatat sebagai pertanggung jawaban hisab di hari kiamat.
ALLAH meminta manusia, melalui Rasulullah untuk menaklukkan dulu nafsu dari manusia itu.
Bagaimana cara menaklukkannya, yaitu menaklukkan secara simbolis dengan memotong hewan. Maka disimbolkan dengan ibadah yang diberi nama Aqiqah. Yang artinya memutus kecenderungan nafsu tsb. Agar anak bisa tumbuh di masa balighnya. Dan anak bisa di kontrol di saat tumbuh dan diarahkan untuk memotivasi takwanya menjadi naik supaya nilai kebaikannya semakin banyak yang muncul.

Nah kegiatan ini disimbolkan dengan pemotongan hewan, karena nafsu melekat pada fitrah hewan.
Karena itu hewan kemudian dihadirkan dan dipotong untuk simbolisasi sebagai ajaran syariat. Bahwa dengan itu diharapkan sang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang dapat mengontrol nafsunya.

Itulah diantara hikmah nya.  Interaksi pertama anak di dalam keluarga adalah dengan orang tuanya. Dan ketika ada anak yang tumbuh menjelang baligh dan bersikap kurang baik kepada orang tuanya, seperti perkataanya yang kurang bagus, ahlak yang kurang bagus.

Maka di dalam bahasa ahlak, ini disebut dengan sifat durhaka anak. Karena itu dengan pelaksanaaan aqiqah, diharapkan sifat  durhaka ini akan dipotong sejak masih kecil dan bisa dikontrol nafsunya sehingga tumbuh  menjadi anak yang baik dimasa yang akan datang. Hal ini tentu juga harus disertai pemberian lingkungan dan cara mendidik yang baik.

Batas Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Kapan proses aqiqah ini dilakukan, batas awalnya adalah hari ke 7 kelahiran bayi. Jika tak memungkinkan hari ke-7, maka dapat dilakukan di hari ke- 14 atau hari ke-21.

Ada yang memperluas pemaknaan ini kepada batas akhir. Jadi batas awal pelaksanaan aqiqah adalah hari ke tujuh. Karena bisa menjadi persiapan untuk membuat aqiqah, kan tidak mungkin dong habis lahiran langsung menyembelih hewan. Biasanya di awal hari kelahiran, keluarga masih fokus terhadap pasca kelahiran baik perawatan si ibu dan anak.  Dan batas akhirnya adalah masa sebelum baligh.

jadi apabila sudah mencapai batas akhir atau baligh, maka hukum aqiqah sudah tidak berlaku lagi. Perlu diiingat kembali, bahwa hukum aqiqah bukan wajib tapi sunnah. Namun ingat jangan dipandang remeh,  ini adalah sunnah yang sangat ditekankan. Kenapa ditekankan, karena ada hikmah penting yang terkait di dalam syariat ini.

Dan kalo anak sudah baligh, sunnah ini sebenarmya sudah tidak berlaku lagi. Namun bila anda belum aqiqah, anda tetap boleh menggantinya dengan sedekah yang diniatkan senilai aqiqah. Misalnya anda adalah seorang laki-laki yang belum sempat di aqiqahkan orang tua, maka ketika dewasa anda dapat  bisa bersedekah senilai aqiqah laki-laki yaitu senilai 2 ekor kambing dan hal ini sah dilakukan.

Namun ingat, dalam aqiqah yang terpenting adalah esensinya. Bahwa dengan aqiqah diharapkan anak akan tumbuh menjadi baik yang disertai pengawan orang tua dan anak diberikan lingkungan yang terbaik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *