Sejarah Aqiqah

Apa sih sejarah aqiqah. Aqiqah artinya adalah kambing yang disembelih, orang orang arab zaman dahulu sudah melakukannya sebelum agama islam masuk.  Di arab, di zaman jahiliyah dulu, ketika ada kelahiran bayi maka mereka akan menyembelih kambing dan mengambil darah kambing tersebut untuk dioleskan kepada bayi tersebut.

Sejarah Aqiqah

Ketika datang  islam, tradisi menyembelih kambing tetap diadakan tapi kepala bayinya dibalurin dengan minyak wangi (bukan dengan darah kambing lagi)

Aqiqah bukanlah perkara yang baru, tapi ini adalah perkara yang sudah ada sejak jaman jahiliyah arab.

Bagaimana dengan hukum aqiqah, hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah yang sangat ditekankan. “Siapa yang dilahirkan bagi dia seorang anak, dan bila dia ingin mengaqiqahkannya maka silahkan, dan bagi anak laki-laki 2 ekor kambing dan bagi perempuan 1 ekor kambing.” Sehingga hukumnya  tidak sampai pada derajat wajib ya. Namun sangat ditekankan untuk dikerjakan bila mampu.

Apakah dalil utama dalil disyariatkannya aqiqah.:
Nabi muhammad bersabda
“setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, aqiqah(kambing) tersebut disembelih pada hari ke tujuh , digunduli dan diberi nama”
(HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dishahihkan al-Albani).

Setiap anak yang dimaksud dalam hadist ini, mencakup anak laki laki dan anak perempuan ya. Bedanya anak laki laki menggunakan 2 kambing yang semisal (mirip) dan bagi anak perempuan adalah satu kambing.

Aqiqah Harus Pakai Kambing ..?

Ini adalah pertanyaan yang banyak ditanyakan banyak orang, apakah aqiqah harus pakai kambing atau bisa pakai sapi. Dan bahkan banyak juga yang bertanya apakah Aqiqah sama dengan Qurban.

Pendapat yang shohih mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk aqiqah, cukup memakai kambing saja. Kenapa?
Karena Nabi / para sahabat  tidak pernah mengaqiqahkan  bayi dengan selain kambing.  Jadi kalo mau  mengaqiqah bayi yang baru lahir, cukup pakai kambing saja. Sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah.

Aqiqah Sunnah Kelahiran Bayi

Mencukur Rambut Sewaktu Aqiqah

Setelah kambing disembelih maka prosesi berikutnya adalah mencukur/mengunduli rambut bayi. Jadi disunahkan untuk mencukur rambut sewaktu aqiqah.
Namun ada terjadi ikhtilaf diantara para ulama apakah rambut bayi perempuan juga disunahkan untuk dicukur. Sebagian ulama mengatakan tidak sunnah, karena rambut wanita itu mahkota.
Tapi sebagian ulama mengatakan itu sunnah, karena berdasarkan dari dalil yang mana mencukur itu bersifat untuk umum. Tidak  dibedakan antara bayi laki-laki maupun bayi perempuan.
Jadi  yang disunahkan adalah bayi perempuan juga ikut di cukur seperti bayi laki-laki.

Nah.. setelah rambut bayi dicukur botak, proses selanjutnya adalah pemberian minyak  wangi ke kepala bayi. Karena ini adalah contoh dari Nabi Muhammad, dimana Nabi melakukan itu  dalam rangka menyelisihi orang-orang musyrikin quraisy.

Dijaman dulu sebelum islam masuk, sewaktu  orang musyrikin quraisy mengadakan acara untuk syukuran bayi yang baru lahir. Setelah kambing disembelih,  dan rambut bayi dicukur, mereka membalurkan darah kambingnya ke kepala bayi. Nah untuk menyelisihi ini, makanya nabi mengganti darah dengan minyak wangi.

Namun Horor juga lah ya, kalo kita harus pakai darah kambing aqiqah, belum lagi kalo ada zat zat negatif didalam darah tersebut, sedangkan  imun bayi kan belum terlalu kuat.
Dan mengganti darah dengan minyak wangi, memang lebih baik. Memang syariat islam lebih indah.

Pemberian Nama

Menyembelih kambing sudah, mencukur rambut sudah, pemberian minyak wangi sudah. Next apa nih…
Untuk tahap selanjutnya dalam aqiqah adalah, memberi nama pada bayi. Bagi para orang tua diharapkan untuk memberi nama yang bagus dan berisi kebaikan. Jangan sampai memberi nama yang tidak bagus. Pemberian nama yang bagus ini juga berdasarkan sabda rasul yang mengatakan “ Sebaik baik nama itu Abdullah atau Abdurahman” yang menunjukkan penghambaan kepada ALLAH.

Sesuai dengan Hadist  Riwayat Muslim no. 2132:
 “Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” 

Rasul juga bersabda ‘Nama yang paling benar adalah Haman dan Harits”. Haman artinya orang yang punya cita cita tinggi.

Jadi aqiqah itu sebetulnya simple seperti  yang disebutkan diatas.

Setelah rambut bayi dicukur, rambut itu harus ditimbang dengan perak. Disebutkan dalam riwayat yang shohih adalah dengan perak (bukan emas). Namun kalau mau pakai emas, ya dibolehkan (tidak dilarang). Kalo lebih banyak ya tentu lebih besar akan mendapatkan pahala. InsyaALLAH.

Kemudian harganya dikeluarkan dan dibagikan kepada fakir miskin, pemberian dapat dapat diberi berupa uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *