Psikologi Perkembangan Anak yang Wajib Diketahui

Tumbuh kembang si kecil membutuhkan perhatian khusus agar dapat optimal sesuai usianya. Tentunya, Anda sudah sering mendengar tentang psikologi perkembangan anak bukan? Agar Anda dapat mengetahui lebih lengkap berikut beberapa penjelasannya.

Psikologi perkembangan anak

Pengertian Psikologi Perkembangan Anak

Definisi dari psikologi perkembangan anak ialah salah satu ilmu dari ilmu psikologi yang lebih banyak membahas dan fokus kepada perilaku dan pola pikir si kecil. Tidak hanya di dalam kandungan saja tetapi juga mengamati tumbuh kembang si kecil hingga dewasa.

Ilmu ini tidak hanya membahas tentang perkembangan fisik anak saja, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosi, sosial, dan mental. Terdapat 5 area yang di bahas para psikologi perkembangan anak diantaranya, sosialisasi, emosi, perilaku, pencapaian dan perkembangan.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Psikologi Perkembangan Anak

Psikologi perkembangan anak tidak hanya berkaitan dengan tumbuh kembang fisik anak saja, tetapi juga memperhatikan segi kejiwaan dan mental. 

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak.

1.Pola Asuhan Orang Tua

Pola asuh sangat penting untuk diperhatikan karena faktor ini mampu membentuk karakter dan kejiwaan anak. Kondisi mental dan fisik si kecil dapat dipengaruhi bagaimana pola pengasuhan orang tuanya. Salah satu contohnya, apabila si kecil dibesarkan dengan asuhan disiplin maka anak akan tumbuh menjadi pribadi disiplin.

2.Trauma

Perkembangan psikologi anak dapat mengalami hambatan karena dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kekerasan fisik yang membuatnya trauma. 

Meskipun dianggap sepele, kesan buruk mengenai hal yang tidak menyenangkan mampu terekam kuat di dalam memori dan menghambat perkembangannya. Hindari bentakan ketika berbicara dengan si kecil.

3.Hubungan atau Interaksi terhadap Lingkungan

Hubungan dengan lingkungan dapat membentuk karakter si kecil. Apabila kondisi lingkungan baik, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik pula. Selain itu, teman sepermainan juga berpengaruh pada kejiwaan dan perilaku. Maka dari itu, selalu perhatikan aktivitas si kecil.

4.Keterlibatan Orang Tua

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologi anak yakni, keterlibatan orang tua. Keterlibatan tersebut dapat ditujukan dengan kegiatan bersama. Anda dapat menemaninya bermain, berolahraga maupun menemaninya belajar. Hal ini membuat si kecil akan lebih terbuka dengan Anda. 

Baca Juga:
Kartun Anak Perempuan yang Mengajarkan Anak Menjadi Sosok yang Kuat

Perkembangan Empati pada Anak

Tumbuh kembang si kecil mulai dari umur 1 tahun hingga 6 tahun mengalami perkembangan luar biasa baik organ maupun fisiknya. Tidak hanya itu, kondisi kejiwaan dan nalarnya juga tidak kalah pesat. Salah satu yang menjadi ciri perkembangan tersebut yakni empati anak:

  1. Anak secara refleks dapat menangis mendengar bayi lain menangis. 
  2. Empati tanpa batas, dapat dilihat ketika si kecil melihat ibunya sedang menangis. Maka secara spontan si anak juga ikut menangis. Tangisan tersebut menunjukkan rasa empati. Tapi, si kecil masih belum tahu apa yang perlu dilakukan untuk menolong. Kemampuan tersebut bersifat reflektif.
  3. Empati dalam sudut pandang pribadi, seorang anak belajar menghentikan tangisan orang lain dari sudut pandang dirinya. Misal, si kecil memberikan boneka kepada orang yang sedang menangis agar tidak menangis lagi. Hal ini menunjukkan si kecil memiliki sifat egosentris pada usia sebelum sekolah.
  4. Empati dengan cara yang tepat. Meskipun masih menggunakan sudut padang pribadinya, si kecil sudah mulai mengembangkan cara berpikirnya. Biasanya, tahapan ini terjadi pada anak berusia 2-3 tahun. 
  5. Berempati dengan kemampuan dan berpikir dengan pandangan orang lain. Tahapan ini terjadi pada anak yang telah memasuki usia sekolah dasar. Anak sudah memahami untuk menunjukkan empati bila mengetahui sesuatu yang dianggap menggugah perasaan.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Psikologi Anak

Peran orang tua memiliki bagian penting untuk usia si kecil dengan membiarkan anak menjadi diri sendiri, jangan mengekang si kecil, membebaskan anak untuk membuat pilihannya sendiri, menghargai perasaan, dan lain sebagainya. 

Anda perlu memperhatikan dan menemani anak di setiap tumbuh kembangnya, secara langsung dan tidak langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *