Perkembangan Bayi dari Lahir dan Nutrisi yang Dibutuhkan

Perkembangan Bayi dari Lahir dan Nutrisi yang Dibutuhkan : Memiliki bayi dan merawatnya serta memantau perkembangan bayi adalah tugas orang tua. Di mana tahun awal pada masa pertumbuhan merupakan hal penting untuk bayi. Agar tumbuh kembangnya optimal, pemberian nutrisi lengkap harus menjadi perhatian.

Perkembangan Bayi di 12 Bulan Pertama

Pada 12 bulan pertama, perkembangan bayi akan mengalami beberapa hal penting, seperti adanya pertumbuhan fisik, gerakan fisik, dan perkembangan sosial dan emosionalnya. 

Pada minggu awal kelahiran, bayi belum mampu merespon kepada lingkungan sekitar.

Setelah bertambah umur, bayi akan merespon secara langsung dan mulai mengenali suara ibunya. Bayi juga akan meminta frekuensi menyusui lebih banyak dari sebelumnya. Pertumbuhan tersebut akan semakin pesat di 12 bulan pertama. Bayi juga mengalami banyak fase seperti respon, gerakan dan sebagainya.

 

Baca Juga:
Selain Menghibur, Kartun Anak Kecil juga Menjadi Sarana Belajar di Usia Dini

Perkembangan Fisik dan Gerakan

Pada umur 12 bulan pertama, bayi mulai berkembang secara fisik yaitu meraba, tangan mulai banyak bergerak, bagian kaki juga. Selain itu, karena seringnya frekuensi menyusui maka pertumbuhan bayi menjadi lebih pesat dan sangat baik. Beberapa gerakan reflek yang dilakukan oleh bayi yaitu dengan menghisap kemudian reflek pula menggenggam. 

Respons bayi dan gerakannya menjadi hal yang dominan pada 12 bulan pertama kehidupannya. 

Secara fisik, pertumbuhan bayi ditandai dengan berat badan (BB) yang meningkat. Para ahli nutrisi mempunyai panduan tertentu untuk hal ini. Jika berat badan tidak meningkat atau bahkan menurun, bayi dapat dinyatakan tidak sehat.

Perkembangan Bayi

Kebutuhan Nutrisi pada Bayi

Kebutuhan nutrisi bayi penting diperhatikan untuk tumbuh kembangnya. Secara fisik, dengan gizi yang cukup anak akan tumbuh ideal, baik tinggi maupun berat badannya.

Selain itu, nutrisi otak seperti protein akan mendukung perkembangan. Bayi dapat melihat, merangkak, berdiri, merespons orang di sekitarnya, bersuara dan lain-lain termasuk dalam hal ini.

Terakhir, nutrisi yang cukup akan membuat imunitasnya bertambah. Seperti diketahui, kekebalan tubuh anak sampai 5 tahun belum sempurna. Nutrisi yang cukup akan menjaganya.

Memberi nutrisi yang cukup bukan berarti sekadar makan dan kenyang. Nutrisi yang dimaksud tentu saja memperkenalkan bayi pada beberapa makanan sehat. Hal ini dimulai ketika bayi sudah berusia 6 bulan, di mana dia sudah diperkenalkan pada Makanan Pengganti ASI (MPASI). 

Di bawah usia 6 bulan, tidak dianjurkan anak mendapat makanan lain. Sebaiknya mereka dicukupkan dengan ASI saja. Sampai usia ini, kebutuhan gizi cukup dari air susu ibu. Di dalamnya juga terdapat zat yang menjaga kekebalan tubuh. Bayi yang mengkonsumsi ASI akan lebih sehat dibandingkan yang tidak.

Pentingnya untuk Ibu Mengkonsumsi Makanan Kaya Zat Besi

Untuk ibu hamil dan menyusui makanan yang kaya akan zat besi ini merupakan makanan yang penting. 

Ibu hamil yang kekurangan zat besi akan merasa lebih cepat lelah, lemah, pucat, detak jantung tak beraturan, pusing, nyeri dada, dan sebagainya. Kondisi yang demikian tentu akan berpengaruh pada bayi yang dikandungnya.

Adapun makanan yang kaya akan zat besi yaitu sayuran hijau seperti kangkung, bayam, brokoli. Selain itu juga ada hati ayam, ceker, salmon, ikan, telur dan pisang sebagai makanan penambah zat besi. 

Pada saat ibu menyusui, makanan tersebut yang akan dicerna menjadi produksi susu untuk bayi. 

Dalam satu hari seorang ibu mampu memproduksi susu sekitar 600 ml. Sementara itu kebutuhan akan ASI bagi anak saat perkembangannya yaitu, 800 ml. Maka seorang ibu wajib memenuhi kebutuhan makanannya agar bisa lancar memproduksi susu dengan mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung zat besi. Hal ini akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak ke depannya kelak.

Dalam memenuhi nutrisi pada pertumbuhan dan perkembangan anak memang peran ibu sangat penting. Apalagi saat usia bayi hingga 12 bulan, dimana masih memiliki ketergantungan pada ibunya untuk mendapatkan susu ibu. Jadi jika nutrisi bayi terpenuhi maka perkembangannya akan lebih baik dan semakin sehat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *