Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Halo Bunda dan Ayah.. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang perbedaan aqiqah dan qurban. Apa itu aqiqah dan apa itu qurban. Aqiqah dan Qurban adalah sama-sama ibadah yang sangat penting dan dianjurkan dalam islam. Secara syariat mereka mempunyai persamaan, ini merupakan sama-sama ibadah sembelih dan yang namanya sembelihan itu mempunyai syarat yang sama, yaitu hewannya bersih dari cacat dan hewannya sudah cukup umur.
Tetapi terdapat beberapa perbedaan diantara dua kegiatan ibadah ini. Apa sajakah itu.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Tujuan Pelaksanaan Aqiqah dan Qurban

Kurban adalah Sunnah dari Nabi Ibrahim as, dimana ALLAH memberikan wahyu kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya yaitu  Nabi Ismail. Maka ketika Nabi Ibrahim menanyakan hal itu kepada Nabi Ismail, Nabi Ismali pun berkata kepada ayahnya  untuk mematuhi dan segera melaksanakan perintah ALLAH.
Dan ketika pelaksanaan penyembelihan, ternyata ALLAH mengganti posisi Nabi Ismali dengan sebuah hewan domba yang putih dan besar. Peristiwa ini adalah ujian terhadap ketaatan Nabi Ibrahim kepada ALLAH, serta menjadi dasar pelaksanaan ibadah kurban sampai sekarang.
Jadi ibadah Qurban bertujuan untuk memperingati ketaatan Nabi Ibrahim yang mempersembahkan anaknya kepada ALLAH.

Bagaimana dengan aqiqah. Aqiqah adalah sunnah Nabi Muhammad dalam rangka mensyukuri adanya bayi yang baru lahir.

Baca Juga:
Aqiqah Dengan Daging Mentah atau Matang

 

Banyaknya pelaksanaan

Aqiqah dilaksanakan pada hari ke 7 kelahiran bayi, disembelih kambing, dicukur rambut bayi dan diberikan nama kepada bayi. Aqiqah cukup dilakukan sekali, ketika anak baru lahir. Jadi hanya cukup dilaksanakan sekali seumur hidup.

Sedangkan kurban bisa dilakukan setiap tahunnya, selama yang berkurban mempunyai kemampuan ekonomi. Pelaksanaan kurban hanya dilakukan sekali setahun di antara tanggal 10, 11, 12, 13 bulan Dzhulhijjah.

Jadi secara pelaksanaan, kurban hanya sekali setahun, sedangkan aqiqah sekali seumur hidup.

Perbedaan Jumlah dan Jenis Hewan

Untuk pelaksanaan qurban, tidak ada batasan untuk jumlah hewan yang diakan qurbankan. Mau memberikan 1 ekor kambing atau 10 ekor kambing atau 100 ekor sapi. Semua di bolehkan dalam syariat islam. Dengan berbgai pilihan hewan seperti unta, sapi, kerbau, kambing dan domba.

Berbeda halnya dengan pelaksanaan aqiqah, ada ketentuan tertentu dalam penyembelihan hewan.  Aqiqah untuk bayi perempuan adalah 1 ekor kambing, sedangkan untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing.  Dan hanya dibatasi jenis hewan kambing atau domba.

Cara pembagian daging kurban dan aqiqah

Pembagian daging kurban berbeda dengan daging aqiqah.

Daging kurban wajib dibagi kepada fakir miskin, apabila sebagian dari daging kurban tidak ada yang diberikan kepada fakir miskin, maka kurban menjadi tidak sah. Karena tujuan kurban adalah membagikan daging kepada fakir miskin. Jadi tidak hanya ke anak yatim ya, karena ada anak yatim yang kaya. Sehingga patokannya adalah fakir miskin baik dia yatim atau tidak. Dan kalau mau sebagian diberikan kepada tetangga dan saudara yang mampu ekonomi maka itu dibolehkan. Namun tetap harus ada sebagian yang diberikan kepada fakir miskin.

Aqiqah boleh diberikan dalam keadaan metah dan dalam keadaan dimasak. Mana yang lebih baik? Tentu yang lebih baik kita memberikan dalam keadaan matang.  Jadi bukanlah syarat aqiqah harus diberikan dengan matang, namun alangkah lebih baik memberikan kepada orang dalam keadaan matang, sehingga mereka tinggal mengkonsumsinya.

Cara pembagian daging kurban dan aqiqah

Daging aqiqah yang sudah masak lebih baik langsung diantar kerumah-rumah, karena bila ada tetangga atau saudara kita yang tidak mempunyai kendaraan untuk menghadiri acara aqiqah, maka hal ini akan menjadi solusi.

Kadangkala ada orang miskin yang sungkan untuk datang ke rumah, ketika di ajak makan untuk acara aqiqah. Maka memberikan langsung ke mereka adalah solusi paling baik. Karena bila kita mengantar langsung, orang fakir yang sungkan datang tersebut pasti akan menerima makanan aqiqah kita.

Namun bila kita mau membuatkan acara khusus aqiqah dan mengundang saudara dan tetangga juga dibolehkan. Dan untuk tetangga fakir yang sungkan datang, anda dapat  menghantarkan daging aqiqah ke rumah mereka secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *