Pendidikan Anak Usia Dini, Perlukah Itu?

Pendidikan Anak Usia Dini, Perlukah Itu? Pendidikan anak tentu sangat penting sekali dan harus diprioritaskan oleh orangtua. Namun, tak jarang ada orang tua yang justru salah dalam penerapan pendidikan ke anak, terutama pendidikan anak di usia dini. 

Ada yang ingin anaknya segera pintar dan memaksa anak untuk sekolah di usia sangat dini, padahal belum cukup umur. Ada pula yang tidak mau memasukkan anak ke sekolah anak di usia dini karena menganggap itu suatu pemborosan saja.

Fenomena lain juga banyak terjadi terkait pendidikan anak usia dini ini. Namun yang paling menonjol yaitu adanya kesalahan persepsi mengenai pendidikan anak usia dini. 

Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini atau yang lebih sering disebut PAUD adalah tingkat pendidikan yang ditempuh oleh anak sebelum ia memasuki sekolah dasar (SD). Pendidikan anak usia dini merupakan pembinaan yang diperuntukkan bagi anak yang berada di rentang usia antara 0-6 tahun, di mana tahapan usia ini merupakan usia emas pembentukan kepribadian maupun karakter anak.

pendidikan anak usia dini
perkembangan anak

Satuan pendidikan Anak Usia Dini

Satuan pendidikan anak usia dini yang ada di Indonesia antara lain yaitu sebagai berikut: 

1.Kelompok Bermain (KB)

Satuan pendidikan anak usia dini yang pertama yaitu kelompok bermain atau (KB). Kelompok bermain merupakan bentuk pendidikan anak lewat jalur non-formal. Lembaga ini merupakan penyelenggara pendidikan untuk anak yang berada di usia 6 tahun ke bawah. Adapun penyajiannya dalam bentuk bermain sambil belajar.

2.Taman Pendidikan Anak (TPA)

Taman pendidikan anak (TPA) kedua yaitu taman pendidikan anak (TPA). Lembaga ini menitikkan fokusnya pada pengasuhan dan kesejahteraan sosial anak. TPA juga merupakan salah satu bentuk pendidikan bagi anak rentang usia 0 sampai 6 tahun yang berada pada jalur non-formal. 

3.Taman kanak-kanak (TK)

Taman kanak-kanak (TK) merupakan satuan pendidikan anak usia dini jalur formal yang sudah familiar di mata orang tua di Indonesia. Biasanya anak akan di masukkan ke sekolah TK sebelum ia masuk SD. Usia anak yang bisa bergabung di TK yaitu sekitar 4 hingga 6 tahun.

Baca Juga; Perkembangan Bayi dari Lahir dan Nutrisi yang Dibutuhkan

Kesalahan Persepsi tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Sekarang ini, banyak para orang tua yang salah persepsi terhadap pemahaman definisi dan tujuan dari pendidikan anak usia dini. Hal ini dapat dimaklumi karena fungsi PAUD di beberapa kota maupun daerah sedikit beralih fungsi.

PAUD yang sebenarnya merupakan lembaga pendidikan untuk mengembangkan karakter dan kepribadian anak, namun sekarang lebih sering dipahami sebagai tempat penitipan anak.

Tidak semua orang mengetahui cara mendidik anak dengan baik.  Banyak orang tua yang berpikir bahwa pendidikan anak usia dini adalah tempat menitipkan anak, sementara orang tua bekerja.

Ada pula yang beranggapan, “penitipan” dalam arti yang berbeda. Orang tua menyerahkan sepenuhnya tumbuh kembang anak di sana.

Kelebihan dan kekurangan Pendidikan Anak Usia Dini

Kelebihan Pendidikan Anak Usia Dini antara lain yaitu:

  • Untuk mempersiapkan pendidikan anak yang lebih matang.
  • Membantu anak dalam hal perkembangan emosional dan intelektualnya.
  • Dapat membentuk kepribadian positif bagi anak.

Kekurangan Pendidikan Anak Usia Dini antara lain yaitu:

  • Kelompok yang dibuat besar (bisa lebih dari 20 orang).
  • Berisiko membuat anak menjadi stress.

Demikian sedikit informasi tentang PAUD. Perlukah anak Anda mendapatkannya dalam bentuk formal atau non formal, semua sesuai pertimbangan orang tua. Yang penting disadari, lembaga ini bukan tempat menitipkan anak saat bekerja atau menyerahkan sepenuhnya pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *