Mencukur Rambut Ketika Aqiqah.

Mencukur Rambut Ketika Aqiqah. Dalam melaksanakan aqiqah, kita juga harus melaksanakan pemotongan rambut untuk bayi. Dalam pelaksanaannya memotong rambut bayi yang baru lahir tidak lah boleh dilakukan dengan sembarangan.

Mencukur Rambut Ketika Aqiqah.

Ada beberapa aturan ya, yang harus kita perhatikan seperti yang diperintahkan Rasulullah:
1. Dilarang Qoza
Qoza artinya mencukur rambut secara tidak beraturan. Seperti mencukur bagian tengah dan membiarkan rambut bagian sampingnya atau sebaliknya dan mencukur bagian depan dan membiarkan bagian belakang.

2. Membaca doa
Usahakan membaca doa ketika mencukur rambut

3. Mencukur pada hari ke tujuh umur bayi
Seperti yang sudah dijelaskan, mencukur rambut sebaiknya dilakukan pada hari ke 7 setelah hari kelahiran. Dan biasanya dilakukan bersamaan dengan aqiqah.
Mencukur rambut bayi ini bisa dilakukan di hari ke tujuh setelah kelahiran. Berdasarkan hadisth dari Salman Bin Aamir Ad-Dhabbi. Rasulullah bersabda yang artinya” setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buang kotoran darinya” (HR Bukhori).

Dalam hadisth lain dari samurah RA, Rasulullah bersabda yang artinya “setiap anak tergadai dan dengan aqiqahnya, disembelih di hari ke 7, diberi nama dan dicukur kepalanya (HR Nasai, Abu Daud, Turmudzi)

Ibnu Abdil Bar mengatakan bahwa makna membuang kotoran dari bayi adalah mencukur rambutnya (al-istidzakar, 5/315)
Mayoritas ulama dalam ensiklopedi fikih seperti Ulama Maliki, Syafi’iyah dan Hambali, juga berpendapat bahwa dianjurkan mencukur kepala bayi pada hari ke tujuh. Dan bersedekah seberat rambut berupa emas atau perak, yang ini menurut Malikiyah dan Syafi’iyah. Sedangkan bersedekah berupa perak saja, ini adalah menurut Hambali.

Jika tidak dicukur, maka beratnya dikira-kira, dan sedekah dengan perak seberat itu. Mencukur rambut dilakukan setelah menyembelih kambing (al mausu’ah al-fighiyah al-kuwaitiyah, 18/96).

 

Bagaimana jika kepala bayi belum dicukur dihari ke..7?

Jika pada hari ke 7 belum sempat di cukur, maka rambut anak masih tetap dicukur setelah itu, meskipun telah baligh. Hal ini sebagaimana keterangan ibn hajar al-haitami, salah seorang mahzab syafii, ketika beliau melaksanakan anjuran cukur rambut dan sedekah sebanyak rambut.

Beliau menegaskan kasus rambut bayi yang belum dicukur “siapa yang rambutnya belum ditangani, seperti disebutkan yaitu dicukur dan disedekahi, maka selayaknya dia melakukan seperti yang disarankan az-zarkasyi. Bahwa rambutnya dicukur setelah baligh. Jika rambut bawaan lahir masih ada.
Jika tidak ada, maka ia bersedekah dengan seberat rambut pada saat dicukur. Jika tidak diketahui beratnya, dia mengambil langkah hati-hati dengan bersedekah lebih banyak ( tuhfatl muhtaj, 41/201)
Keterangan az-zarkasyi yang dikutip al-haitami tidaklah menganjurkan untuk menunda pelaksanaan mencukur rambut anak sampai baligh.’

Memotong atau Mencukur Rambut .. ?

Mencukur rambut bayi ketika berusia 7 hari termasuk rangkaian kegiatan aqiqah. Aqiqah ini adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan pihak orang tua /awali dalam rangka bentuk syukur kepada ALLAH atas hadirnya seorang bayi. Dan sebelum pemotongan, dilakukan lebih dahulu prosesi pemotongan hewan kambing yang dibagikan kepada keluarga dan tetangga sebagai bentuk rasa syukur.
Jika bayinya laki-laki disunahkan untuk memotong dua ekor kambing. Sedangkan apabila bayinya berjenis kelamin perempuan maka aqiqahnya cukup satu ekor kambing.

Nah untuk pelaksanaannya sendiri dilakkan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Kalo belum bisa, dapat dilakukan di hari ke 14 atau hari 21. Namun diutamakan dapat dilaksanakan di hari ke 7 setelah kelahiran bayi.
Karena dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda. “ Setiap anak bergantung kepada aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ke tujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR Abu Daud).

Dalam agama islam, mencukur rambut bayi hukumnya adalah sunnah. Bila tidak melakukannya pun tidak apa apa, namun akan lebih afdal jika mencukurnya.

Apakah harus dipotong atau dicukur semua?
Untuk bayi laki laki, dianjurkan untuk memotong gundul rambut hingga gundul, sedangkan bagi bayi perempuan ada perbedaan pendapat diantara ulama, apakah harus cukur atau cukup dipotong saja.

Setelah rambut bayi dipotong menurut anjuran, kemudian rambut tersebut ditimbang seberat perak dan disedekahkan sesuai berat perak tersebut.

Kalo tidak punya perak, nilai perak diubah ke harga rupiah, dan disedekahkan senilai rupiah tersebut.
Imam Ahmad mengatakan bahwa “Sesungguhnya Fatimah RA mencukur rambut Hasan dan Husain dan bersedekah dengan perak seberat rambutnya.”

Doa Mencukur Rambut Bayi

Berikut adalah doa bacaan mencukur rambut bayi baik laki laki maupun perempuan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillhi robbil ‘alamin. Allahumma nurus samawati wa nurusy syamsyi wal qamari. Allahumma sirrullahi nurun nubuwwati rosulullahi shollallahu ‘alaihi wa sallama wal hamdu lillahi robbil ‘alamina.

Artinya:
Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah Saw, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Baca Juga:
Cara Memilih Kambing Untuk Aqiqah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *