Mainan Anak Laki-laki dan Perempuan, Apa Bedanya? 

Anda yang memiliki anak pada usia kecil tentu sangat membahagiakan hingga sering membelikan mainan. Namun seringkali mainan anak laki-laki dan perempuan dibedakan sejak sang anak masih berusia bayi. Mulai dari jenis mainan hingga warna pasti terdapat perbedaan.

Merupakan sebuah kebiasaan di masyarakat Indonesia juga mungkin di negara lainnya membedakan mainan. Anak laki-laki umumnya diberikan mainan seperti mobil-mobilan, atau pun robot. Sedangkan pada anak perempuan akan diberi mainan seperti boneka,  alat masak-masakan dan lainnya. 

Meskipun tak pernah ada aturan tertulis mengenai pemberian mainan pada anak,  hal di atas terjadi sejak dahulu. 

Sesungguhnya tak ada salahnya jika anak laki-laki bermain boneka dan anak perempuan bermain robot. Hal tersebut berdasarkan pada beberapa penelitian yang telah dilakukan. 

Mainan Anak Laki-Laki

Bolehkah Membedakan Mainan Anak? 

Pertanyaan di atas seringkali muncul pada seorang ibu atau pun orang tua yang baru memiliki anak. Saat ini pengetahuan mengenai pendidikan termasuk juga dengan mainan sangat banyak. Anda jadi bisa tahu jika tak boleh membedakan mainan hanya berdasarkan jenis kelamin saja. 

Sesungguhnya memberikan boneka pada anak laki-laki atau mobil-mobilan pada anak perempuan memiliki efek yang baik. Asalkan pada usia akan yang tak terlalu kecil,  misalnya usia anak 4 tahun. Pada usia tersebut anak akan sedang berkembang dan memainkan peran. 

Dampak Membedakan Mainan Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Bukanlah hal asing apabila Anda memberikan mainan mobil-mobilan pada anak laki-laki bukannya boneka. Menjadi tabu jika memberikan tidak sesuai jenis kelamin atau gender. Padahal saat anak sedang mengalami pertumbuhan terutama kala berimajinasi, justru memiliki pengaruh baik. 

Jika Anda membedakan mainan anak berdasarkan jenis kelamin justru akan membatasi perkembangan anak. Minat serta bakat anak akan kurang berkembang karena adanya pembatasan yang dimulai dari mainan. Hal tersebut dapat berdampak hingga anak beranjak besar atau dewasa. 

Anda tentunya tak ingin anak merasa terbatas gerak serta perkembangannya tak maksimal. Seharusnya melalui sebuah mainan, perkembangan dan tumbuh kembang anak akan lebih maksimal. 

Baca Juga:
Mendidik Anak Perempuan yang Beranjak Dewasa

 

Membantu Mematahkan Stereotip Gender

Membedakan mainan anak berdasarkan jenis kelamin atau gender menjadi sebuah peraturan tak tertulis di kalangan masyarakat. Hal tersebut disebut juga stereotip gender. Dengan bertambahnya informasi serta pengetahuan, saatnya mematahkan hal tersebut.

Anda dapat tetap memberikan mainan boneka pada anak laki-laki tapi dengan bentuk atau jenis yang berbeda. Contohnya boneka hewan atau pun tokoh kartun kesayangannya. Sebaliknya, Anda dapat memberikan mainan mobil-mobilan pada anak perempuan tapi yang memiliki bentuk lebih imut atau seperti ambulance dan lainnya. 

Anda tak perlu takut jika nantinya akan memiliki anak perempuan yang tomboy atau pun anak laki-laki yang seperti perempuan. Hanya karena memberikan mainan tidak sesuai jenis kelamin. Anggapan tersebut adalah kesalahan besar yang perlu dipatahkan sejak saat ini. 

Anak dapat diberi pendidikan tentang jenis kelamin dirinya tidak melalui mainan. Misalnya, beri tahu mana teman laki-laki dan perempuan. Selanjutnya, biasakan anak memahami auratnya dan tidak sembarang orang boleh memegang beberapa bagian tubuhnya.

Membuat Anak Dapat Mengeksplorasi Diri

Melalui sebuah mainan,  anak dapat bereksplorasi dan mengembangkan apa yang ada di pikiran atau pun imajinasinya. Mainan tak seharusnya terbatas hanya karena ketakutan yang tak mendasar. Kekurangan tahuan mengenai pentingnya mainan anak dapat membuatnya tumbuh kurang maksimal. 

Anda dapat memberikan mainan yang merangsang kreatifitas serta imajinasinya tersalurkan. Mainan seperti lego yang bersifat universal, dapat untuk semua jenis kelamin. Mainan seperti itu juga mengembangkan kreatifitas anak,  sehingga Anda tak perlu khawatir lagi. 

Saatnya Anda membiarkan anak bereksplorasi melalui mainan yang disukainya. Mainan anak tak selalu harus sesuai jenis kelamin. Yang terpenting selalu dampingi anak ketika bersama mainannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *