Ketentuan Hewan Aqiqah

Apa sajakah Ketentuan Hewan Aqiqah, yuk lanjut membaca. Sebelum melewati proses kelahiran anak, masyarakat di Indonesia memiliki tradisi untuk melakukan acara 7 bulanan. Namun sekarang ini ada sebuah tren baru dalam menyambut kelahiran calon bayi dengan melakukan acara “Baby Shower”.  Baby Shower ini sebenarnya sebuah tren dari negeri amerika. Tujuannya sama seperti acara 7 bulanan, yaitu acara yang mengundang keluarga dan teman dengan niat merayakan dan mendoakan kehamilan si ibu hamil dan menyambut kelahiran calon bayi. Mungkin karena konsep acaranya lebih modern, dibanding acara 7 bulanan yang identik dengan tradisi daerah. Menjadikan tren mengadakan “baby shower” semakin banyak disukai.

Ketentuan Hewan Aqiqah
Sumber; tharasofian.blogspot.com.

Di dalam islam sendiri juga ada sebuah tradisi dalam menyambut kelahiran bayi. Nabi Muhammad sudah memberi petunjuk untuk upacara penyambutan bayi yang sesuai syariat yang disebut Aqiqah. Bedanya, Aqiqah diadakan setelah kelahiran bayi. Sedangkan 7 Bulanan atau Baby Shower diadakan sebelum bayi lahir.

Aqiqah diselenggarakan oleh keluarga bayi, Aqiqah mencakup ritual pengorbanan hewan tertentu dan merupakan perayaan penting untuk menyambut bayi baru ke dalam keluarga Muslim.

Aqiqah adalah alternatif Islami untuk “Baby Shower”/”7 bulanan’, yang diadakan sebelum kelahiran anak. Di antara sebagian besar umat Islam, banyak yang menganggap tidak bijaksana untuk mengadakan perayaan sebelum anak lahir. Aqiqah merupakan salah satu cara bagi orang tua untuk menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas nikmat anak yang yang lahir sehat.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah diadakan pada hari ketujuh, atau hari 14, atau hari ke 21 setelah kelahiran anak. Jika orang tua belum mempunyai kecukupan membayar biaya pada untuk mengadakan acara aqiqah, dapat ditunda lebih lama, asalkan dilakukan sebelum anak mencapai masa baligh. Beberapa ulama bahkan menyarankan orang yang sudah dewasa, untuk membuat aqiqah untuk diri mereka sendiri jika aqiqah itu belum dilakukan sewaktu ia kecil.

Makan-Makan di Aqiqah

Secara kasat mata, Aqiqah adalah sebuah acara makan-makan. Dan menu utama dari acara aqiqah adalah pembagian daging kambing/ domba yang sudah dimasak. Menu makanan yang lain bisa di tambahkan untuk melengkapi menu daging aqiqah.  Ini adalah acara makan-makan yang dibuat untuk merayakan kelahiran bayi, serta media untuk memberitahukan nasab sang anak dan menyambutnya di lingkungan masyarakat.
Tidak ada hukuman secara agama, apabila orang tua tidak melaksanakan acara aqiqah. Karena Aqiqah adalah sebuah tradisi islam yang dihukumi sunnah muakkad, sunnah yang sangat diutamakan. Namun bila orang tua mempunyai kemampuan secara ekonomi, sangat disarankan untuk melakukan aqiqah. Karena manfaat dan pahala yang besar yang akan diterima oleh orang tua dan bayi.

Tanggung jawab aqiqah dibebankan kepada orang tua atau wali dari si bayi. Dalam mengadakan acara aqiqah, keluarga diharuskan untuk menyembelih kambing atau domba.

Berapa ekor kambing..? Jumlah kambing yang harus di sembelih, ditentukan berdasarkan jenis kelamin dari sang bayi.
Sesuai dengan sunnah Nabi, apabila bayi berjenis kelamin perempuan maka harus menyembelih 1 ekor kambing. Sedangkan bila bayinya laki-laki, maka harus menyembelih 2 ekor kambing.

Apakah harus Jantan atau Betina..? Untuk pemilihan ini, tidak ada aturannya. Jadi keluarga bebas mau menggunakan kambing jantan atau betina. Kalo semakin gemuk semakin baik. Pada umumnya kambing jantan lebih mempunyai daging yang banyak dibanding kambing betina.

Syarat Hewan Aqiqah

Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum melakukan penyembelihan kurban, seperti:

  • Hewan harus sehat dan bebas dari cacat
  • Usia hewan tidak boleh terlalu kecil.
  • Usia untuk kambing lebih dari 1 tahun, domba lebih dari 6 bulan
  • Penyembelihan harus dilakukan secara manusiawi.

Setelah hewan dipotong, daging harus dimasak terlebih dahulu, baru dapat dibagikan. Sebaiknya sepertiga dari daging aqiqah yang sudah matang diberikan kepada orang miskin sebagai amal, dan sisa daging aqiqah lainnya dapat disajikan pada jamuan makan besar/acara aqiqah bersama kerabat, teman, dan tetangga.
Dalam acara aqiqah, biasanya banyak tamu yang membawa hadiah untuk bayi baru dan orang tua, seperti pakaian, mainan, atau perabotan bayi.

Baca Juga: Hikmah Pelaksanaan Aqiqah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *