Inilah Hikmah Aqiqah yang Perlu Anda Ketahui

Islam memberikan ketentraman dan kebahagiaan dalam kehidupan setiap pemeluknya. Hal ini terlihat jelas dari hikmah-hikmah yang terkandung di setiap amalan yang terdapat di dalam islam. Setiap hikmah yang ada selalu terkait dengan kebaikan dan kemaslahatan manusia, termasuk dalam hal ini adalah hikmah aqiqah.

Kehadiran seorang anak merupakan anugerah yang besar bagi kedua orang tuanya. Sebab, kehadiran anak tersebut ibarat cahaya yang menerangi rumah dan memberikan kebahagiaan bagi setiap penghuninya.

Maka dari itu, hendaknya kedua orangtua melakukan taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah terkait dengan kelahiran anak tersebut. Salah satu  caranya adalah dengan melakukan amalan aqiqah atau nasikah.

Baca Juga : Inilah Dalil Dalil Aqiqah yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Penjelasan Detail Tentang Hikmah Aqiqah

1.Bentuk Kesyukuran Kepada Allah

Salah satu hikmah aqiqah yang sangat penting yaitu sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah atas nikmat dan anugerah berupa anak yang telah Allah berikan kepada kedua orang tuanya. Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata :

فالذبيحة عن الولد فيها معنى القربان والشكران والفداء والصدقة، وإطعام الطعام عند حوادث السرور العظام؛ شكراً لله وإظهاراً لنعمته التي هي غاية المقصود من النكاح، فإذا شُرع الإطعام للنكاح الذي هو وسيلة إلى حصول هذه النعمة؛ فلأن يُشرع عند الغاية المطلوبة أولى وأحرى

“Sembelihan untuk anak (aqiqah), di dalamnya terdapat makna pendekatan diri kepada Allah, rasa syukur, penebusan, sedekah, dan memberikan makanan ketika muncul kebahagian yang besar, sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah dan menampakkan nikmat-Nya yang merupakan tujuan utama dari pernikahan. Jika disyariatkan memberikan makanan saat pernikahan yang merupakan sarana kepada nikmat ini, maka disyariatkannya ketika (tercapainya) tujuan utama tentu lebih utama dan lebih pantas.” ( Tufhatul Maudud pasal ke-11).

Oleh karena itu, tidak sepantasnya bagi orang yang mampu menelantarkan amalan aqiqah ini

2.Menampakkan Keistimewaan Islam

Di dalam islam, aqiqah tidak hanya dilakukan untuk anak laki-laki, tetapi juga untuk anak perempuan. Hal ini merupakan salah satu keistimewaan islam, karena hanya islam yang memberikan kemuliaan bagi anak-anak perempuan dengan disyariatkannya aqiqah untuk mereka. Inilah salah satu hikmah aqiqah, yaitu menampakkan keistimewaan islam dalam hal ini.

Berbeda halnya dengan ahlul kitab, di  mana mereka hanya melakukan aqiqah untuk anak laki-laki, tidak untuk anak perempuan.  Al-Munawi Rahimahullah berkata :

ومن ثمّ عدّوا العقّ عن الأنثى من خصائص هذه الأمة

“Oleh karena itu, aqiqah untuk anak perempuan dianggap sebagai kekhususan umat ini.” (Kitab Faidhul Qadir, syarah hadits no.5698).

3.Meneladani Ibrahim Alaihis Salam

وفي العقيقة إقتداء بإبراهيم – عليه السلام -، فكأن الوالد حينما يرزقه الله تعالى بالولد يقدّم عنه فدية وقرباناً يتقرب به إلى الله – عز وجل – كما فعل إبراهيم – عليه السلام -، قال ابن القيم: “وفيها [أي: في العقيقة] سر بديع موروث عن فداء إسماعيل بالكبش الذي ذُبح عنه وفداه الله به، فصار سنّة في أولاده بعده”[11]. وقال: “من فوائدها أنها قربان يقرب به عن المولود في أول أوقات خروجه إلى الدنيا، والمولود ينتفع بذلك غاية الانتفاع كما ينتفع بالدعاء له وإحضاره مواضع المناسك والإحرام عنه وغير ذلك”

Hikmah aqiqah lainnya adalah meneladani Nabi Ibrahim Alaihis Salam, yaitu melakukan persembahan dan penebusan tatkala diberikan rezki berupa anak oleh Allah Azza Wajalla. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ibrahim Alaihis Salam.

Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah berkata :

وفيها [أي: في العقيقة] سر بديع موروث عن فداء إسماعيل بالكبش الذي ذُبح عنه وفداه الله به، فصار سنّة في أولاده بعده

“Di dalam aqiqah terdapat rahasia yang mengagumkan dari tergantikannya Ismail dengan seekor domba jantan yang disembelihkan untuknya dan Allah jadikan sebagai ganti untuknya, sehingga hal tersebut menjadi sunnah pada anak cucu beliau setelahnya.” ( Tufhatul Maudud pasal ke-9).

4.Menghidupkan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

Melaksanakan aqiqah termasuk dari sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, sehingga orang yang melaksanakan amalan tersebut berarti telah menghidupkan sunnah. Sebagai muslim, tentu kita semua mengetahui akan besarnya manfaat dari mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

كُلُّ أُمَّتي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَن أَبَى، قالوا: يا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَن يَأْبَى؟ قالَ: مَن أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَن عَصَانِي فقَدْ أَبَى

“Setiap umatku akan masuk ke dalam surga kecuali orang yang enggan. Mereka bertanya ’Siapakah yang enggan wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab ‘Barangsiapa yang menaatiku maka dia masuk ke dalam surga, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka sungguh dia enggan (masuk surga).” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [7280], dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu).

Al-Imam Ahmad Rahimahullah tatkala ditanya tentang seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan aqiqah, apakah dia berutang untuk mengaqiqahi anaknya ataukah dia menundanya sampai kondisinya mudah?”. Maka beliau Rahimahullah menjawab :

إني لأرجو إنْ استقرض أن يعجّل الله له الخَلَف؛ لأنه أحيا سنّة من سنن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – واتبع ما جاء به

“Sesungguhnya saya berharap jika dia berutang, Allah akan memudahkan baginya untuk segera membayarnya, karena dia telah menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan mengikuti apa yang dibawa oleh beliau.” ( Tufhatul Maudud pasal ke-7).

5.Mendapatkan Doa Kaum Muslimin

Mendapatkan doa kaum muslimin merupakan salah satu hikmah aqiqah yang sangat agung. Hal ini terwujud saat kaum muslimin ikut mendapatkan bagian dari hewan aqiqah yang dibagikan, ataukah datang ke tempat walimatul aqiqah untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan. Saat itulah mereka akan mendoakan kebaikan dan berkah bagi si anak.

6.Terjaga dari Setan

Sebagian para ulama menyebutkan bahwa hikmah aqiqah adalah terjaganya anak tersebut dari setan. Hal ini didasari oleh hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ

“Setiap anak yang baru lahir MURTAHANUN (tergadaikan) dengan aqiqahnya…(Diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah Rahimahullah, dan Al-Albany Rahimahullah menganggap haditsnya shahih sebagaimana dalam Shahih Sunan Ibnu Majah No.2580).

Perlu diketahui bahwa setiap anak dalam kehidupannya memungkinkan untuk dibelenggu oleh setan dari melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan akhiratnya dengan cara menyesatkannya dan berbuat tipu daya kepadanya hingga akhir hidupnya. Si anak dalam awal kehidupannya tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri dengan berdizikir atau berdoa, sehingga harus dilindungi oleh kedua orang tuanya.

Sebagaimana halnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah menetapkan sunnah bagi kita agar seseorang yang ingin melakukan hubungan suami istri hendaknya membaca “Bismillah Allaahumma Jannibnasy Syaithaana Wa Jannibisy Syaithaana Maa Razaqtanaa” dalam rangka menjaga gangguan setan terhadap keturunan. Disunnahkan bagi kita setelah melahirkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan nasikah (aqiqah), sebagai bentuk harapan agar si anak terjaga dari gangguan setan yang senantiasa berada dalam tempat pengintaian, mulai dari lahirnya si anak hingga matinya.  Hal ini sebagaimana yang telah telah ditegaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah. ( Tufhatul Maudud pasal ke-9).

Demikianlah pembahasan tentang hikmah aqiqah berdasarkan penjelasan dari para ulama islam. Semoga apa yang kami sampaikan pada artikel kali ini bisa menjadi tambahan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kaum muslimin yang membacanya. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *