Inilah Dalil-Dalil Aqiqah yang Perlu Anda Ketahui

Agar amalan aqiqah yang dilakukan diterima oleh Allah, maka tata caranya haruslah sesuai dengan sunnah. Untuk mengetahui tata caranya, perlu untuk mengetahui dalil-dalil aqiqah yang datang dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Di antara dalil-dalil aqiqah adalah hadits berikut ini :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ تذبحُ عنْهُ السَّابعِ ويُحلَقُ رأسُهُ ويُسمَّى يومَ

“Setiap anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur, dan diberikan nama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Demikian pula dalil aqiqah yang disebutkan dalam hadits Sulaiman bin Amir Radhiallahu Anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

مع الغلام عقيقته، فأهرقوا عنه دما، وأميطوا عنه الأذى

“Bersama anak yang baru lahir ada aqiqahnya, maka alirkan darah untuknya (sembelihkan) dan hilangkan gangguan darinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bazzar [1236] dan Al-Hakim [4/238]).

Dalam hadits yang lain, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

من وُلد له ولد فأحب أن يَنْسُك عنه فليَنْسُك، عن الغلام شاتان مكافئتان، وعن الجارية شاة

“Barangsiapa yang dilahirkan seorang anak untuknya, kemudian dia suka untuk menyembelihkan bagi anak tersebut, maka hendaknya dia sembelihkan. Dua ekor kambing yang sepadan untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” (Shohih Sunan Abu Daud [2841]).

Detail Dalil-Dalil Aqiqah yang Disebutkan Dalam hadits

Agar ibadah aqiqah yang dilakukan betul-betul sesuai tuntunan syariat, di bawah ini akan saya sebutkan dalil-dalil aqiqah dari hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terkait jumlah hewan aqiqah, waktu penyembelihan, dan hal-hal lain yang terkait itu.

1.Dalil Aqiqah Terkait Jumlah Hewan yang Disembelih

Untuk mengetahuinya berapakah jumlah hewan aqiqah yang akan disembelih untuk anak laki-laki dan perempuan, di bawah ini akan saya sebutkan dalil aqiqah terkait hal tersebut.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  أَمَرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Dari Aisyah Radhiallahu Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kepada mereka untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan bagi anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” (Diriwayatkan Oleh At-Tirmidzi).

Berdasarkan keterangan dari hadits di atas, diketahui kalau jumlah kambing yang akan disembelih untuk anak laki-laki adalah 2 ekor dan untuk anak perempuan adalah 1 ekor. Untuk jenis kelamin hewan aqiqah, tidak ada dalil yang menunjukkan keharusan jantan atau betina.

Tapi bagaimana jika orang tua tidak mampu untuk menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-lakinya? Hanya mampu satu ekor saja? Jawabannya, tidak mengapa jika orang tua menyembelih seekor kambing atau domba saja terlebih dahulu. Untuk satu ekor lainnya bisa disembelih di masa mendatang saat sudah memiliki kemampuan untuk itu. Hal ini telah ditegaskan oleh para ulama besar di masa ini, seperti Asy-Syaikh Bin Baz dan Asy-Syaikh Al-Utsaimin –Semoga Allah merahmati keduanya- dan juga pendapat Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan –Semoga Allah senantiasa menjaga beliau-, serta pendapat para ulama lainnya.

Baca Juga : Hukum Aqiqah Dalam Pandangan Islam

2.Dalil Aqiqah Tentang Mencukur dan Memberikan Nama

Saat anak-anak sudah berusia tujuh hari, disyariatkan untuk diaqiqahi, dicukur, dan diberikan nama. Hal tersebut ditunjukkan oleh dalil berikut ini :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ تذبحُ عنْهُ السَّابعِ ويُحلَقُ رأسُهُ ويُسمَّى يومَ

“Setiap anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur, dan diberikan nama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Saat mencukur hendaknya tidak mencukur sebagian rambutnya saja, tetapi mencukur rambut secara keseluruhan. Demikian pula dalam pemberian nama, sebaiknya berikan nama-nama yang baik saja karena secara tidak langsung di dalam nama tersebut terkandungan doa.

3.Dalil Aqiqah Tentang Menyedekahkan Perak Setimbang Berat Rambutnya

Setelah rambut bayi selesai dicukur, disyariatkan untuk mengumpulkan rambut tersebut dan menimbangnya. Setelah itu orang tua bersedekah dengan perak atau senilai perak sejumlah yang sesuai dengan beratnya timbangan rambut tadi. Hal tersebut berdasarkan dalil di bawah ini :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: ” عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الحَسَنِ بِشَاةٍ، وَقَالَ: يَا فَاطِمَةُ، احْلِقِي رَأْسَهُ ، وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً

“Dari Ali bin Abi Tholib Radhiallahu Anhu, dia berkata “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengaqiqahi Hasan dengan seekor kambing”. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata “Wahai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak setimbang rambutnya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Asy-Syaikh Al-Albani menilai derajat haditsnya shahih).

Demikianlah penjelasan tentang dalil-dalil aqiqah, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan berdasarkan hadits-hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Semoga apa yang kami sampaikan menjadi tambahan ilmu bermanfaat bagi kaum muslimin yang membacanya. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *