Hukumnya Aqiqah Menurut Para Ulama Apa Ya?

Siapakah yang harus melakukan Aqiqah dan apa Hukumnya Aqiqah?

Menurut mayoritas ulama, setiap Muslim dewasa yang memenuhi syarat untuk membayar Zakat, atau memiliki cukup dana untuk melakukan Aqiqah pada saat bayi baru lahir, harus melakukan Aqiqah. Seekor hewan domba atau kambing akan dihitung sebagai satu Aqiqah.

Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya.” (HR. Bukhari no. 5472)

Hukumnya Aqiqah

Aqiqah merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Kelahiran seorang anak, baik laki-laki atau perempuan, tentu akan disambut syukur oleh keluarga dengan melaksanakan perayaan besar. Dalam Islam, ada cara dan ritual tertentu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  yang bagus untuk dikerjakan dalam rangka menyambut anak yang baru lahir ke dunia.

Seperti : memilih nama yang baik untuk bayi yang baru lahir, membacakan adzan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kiri, tahnik (memasukkan sesuatu yang manis seperti kurma atau madu ke dalam mulut bayi), mencukur rambut bayi yang baru lahir dan melakukan aqiqah.

Aqiqah adalah Sunnah yang ditetapkan dalam Islam

Kegiatan Aqiqah yang paling utama adalah menyembelih kambing /domba dan membagi daging yang sudah dalam keadaan matang kepada teman dan keluarga, yang ditujukan untuk menyambut anak yang baru lahir. Kegiatan ini adalah Sunnah yang ditetapkan sebagai Sunnah Mu’akkadah, dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta para sahabatnya juga melakukannya.

Meskipun ‘aqiqah tidak wajib, kegiatan ini mengandung banyak manfaat dan umat Islam diharapkan untuk dapat mengerjakannya. Para ulama telah menyebutkan bahwa ‘aqiqah akan membawa seorang anak lebih dekat dengan Tuhan, segera setelah ia memasuki dunia ini; ini menyerupai pengorbanan dan tebusan yang dilakukan ketika Tuhan menebus Nabi Ismail dan mengganti pengorbanan seekor domba sebagai gantinya. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi media untuk mengumpulkan teman dan keluarga untuk Waleemah (perjamuan) dalam perayaan anak yang baru lahir.

Waktu Untuk Melakukan Aqiqah itu Fleksibel

Melaksanakan aqiqah merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  atas nikmat yang telah dikaruniai berupa seorang anak. Menyambut bayi yang baru lahir di hadapan keluarga dan tetangga sekitar bukan hanya untuk sekadar perayaan; ritual ini juga berfungsi untuk mengingatkan orang, bahwa bahwa anak-anak juga memiliki hak dalam Islam.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “Sembelih dua domba yang sebanding untuk bayi laki-laki yang baru lahir dan satu domba untuk bayi perempuan yang baru lahir.”

Jika seseorang tidak mampu menyembelih dua ekor kambing/domba untuk bayi laki-laki yang baru lahir, maka diperbolehkan untuk menyembelih satu ekor kambing/domba.

Sebagai umat Islam, kita harus mengikuti dan mematuhi ajaran dan tindakan Nabi kita tercinta  Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Pembolehan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyembelih seekor domba untuk bayi laki-laki yang baru lahir adalah contoh Islam menghilangkan kesulitan dan memungkinkan mereka yang memiliki keterbatasan keuangan untuk memenuhi Sunnah.

Kegiatan aqiqah ini, bukanlah suatu beban yang harus dipikirkan bagi keluarga yang tidak mempunyai kemampuan dalam mengadakannya.  Dan agama Islam adalah agama kemudahan yang penuh toleransi.  Yang mana sesuai firman Allah Subhanahu wa ta’ala  Ta’ala , “Dia tidak membebani kamu dalam agama” (Qur’an, 22:78).

Bagi yang mampu melaksanakan aqiqah, dapat melaksanakan kurban aqiqah pada hari ketujuh, keempat belas atau kedua puluh satu setelah lahirnya sang bayi. Namun, jika hal ini tidak memungkinkan, dapat dilakukan pada hari apa saja sampai usia pubertas.

Baca Juga:
Aqiqah Cikupa, Masakan Lezat dan Sesuai Sunnah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *