Hukum Qurban Sebelum Aqiqah

Mau melaksanakan Qurban tapi belum Aqiqah, sah kah Qurbannya? Apa Hukum Qurban Sebelum Aqiqah, dalam syariat islam, tidak ada persyaratan harus sudah Aqiqah bagi si Pengqurban. Jadi boleh saja, melakukan Qurban. Mengingat hukum Qurban dan Aqiqah adalah sama – sama Sunnah.

Hukum Qurban Sebelum Aqiqah

Namun bila mempunyai kemampuan ekonomi, maka dapat melakukan qurban dan aqiqah di tahun yang sama. Kalo yang pengkurban sudah dewasa, mampu secara ekonomi, namun belum sempat di aqiqah waktu kecil. Maka boleh saja dia melaksanakan Qurban dan aqiqah di tahun yang sama.

Mengapa Aqiqah itu penting?

Alasan terpenting untuk mengadakan upacara Aqiqah adalah agar umat Islam dapat mengucapkan terima kasih kepada ALLAH atas lahirnya bayi di dalam sebuah keluarga. Ini juga menunjukkan bahwa bayi itu milik Allah, dan ini merupakan anugerah besar dari Sang Pencipta
Dalam prosesi aqiqah, setelah rambut di kepala bayi dicukur, maka nama bayi pun akan diumumkan. Dalam pemilihan nama, orang tua sebaiknya memberi pilihan nama yang terbaik, sehingga dapat menjadi doa dan berkat dalam kehidupan anak kelak.

Aqiqah sangat dianjurkan untuk segera dilaksanakan, dan pelaksanaan ini menjadi beban / tanggung jawabnya orang tua atau wali anak sampai si anak baligh. Nabi Muhammad dan para sahabatnya juga biasa melakukan Aqiqah ketika mereka dikaruniai bayi yang baru lahir.

Banyak manfaat yang akan diperoleh orang tua dan si anak ketika melaksanakan Aqiqah. Salah satunya adalah untuk mengumumkan adanya kelahiran bayi, menghindarkan bayi dari bahaya. Tujuan lainnya adalah mengundang anggota keluarga, tetangga, dan teman untuk merayakan kesempatan yang diberkati. Orang miskin pun juga harus  diundang dalam perayaan aqiqah, sehingga mereka dapat merasakan makanan dan daging aqiqah yang akan disajikan.

Mana Yang Utama Aqiqah atau Qurban?

Sebelum anda memutuskan, mari kita lihat perbedaan antara qurban dan aqiqah:

  1. Tanggal Pelaksanaan.
    Qurban hanya bisa dilakukan antara tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah.
    Aqiqah bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat berqurban. Aqiqah disunnahkan dilakukannya pada hari ke 7 kelahiran anak, jika tidak, setiap 7 hari berikutnya setelah atau sebelum anak mencapai baligh. Aqiqah yang dilakukan selama waktu Qurban biasanya lebih murah, karena faktor pasar ekonomi.
  2. Hukum
    Keduanya dihukumi Sunnah, Qurban dilakukan untuk mensyukuri kehidupan kita sehari-hari dan masih banyak lagi alasan yang harus kita syukuri. Aqiqah dilakukan untuk mengucap syukur atau syukur atas kelahiran anak baru.
  3. Jumlah Pelaksanaan
    Qurban bisa dilakukan setiap tahun.
    Aqiqah dilakukan sekali seumur hidup.
  4. Jumlah Hewan Yang Dikurbankan
    Untuk Qurban, tidak ada batasan jumlah qurban. Yang ingin berqurban dapat melakukan sebanyak yang diinginkan.
    Sedangkan untuk Aqiqah disunnahkan untuk memotong 1 ekor domba / kambing untuk bayi berjenis kelamin perempuan dan 2 ekor domba / kambing untuk bayi laki-laki.

Jika anak Anda akan segera memasuki masa baligh, kami sangat menyarankan bagi Anda untuk melakukan aqiqah terlebih dahulu.

Tata Cara Penyembelihan Kambing Untuk Aqiqah

Bagaimanakah  cara pemotongan hewan yang benar untuk kurban aqiqah? Pemotongan hewan yang akan di sembelih untuk aqiqah, harus sesuai dengan syariat Islam. Salah satu syaratnya, hewan kurban tidak boleh disiksa.

Menurut syariat Islam, untuk menyembelih hewan kurban, alat yang dibutuhkan harus tajam agar selama proses penyembelihan, hewan tidak merasakan sakit karena hewan akan disembelih dengan sayatan yang kecil dan cepat.

Menurut Humane Society Institute for Science and Policy, dalam sebuah studi tahun 1980 tentang efek stres pada kualitas ternak dan daging, ditemukan bahwa pemingsanan menciptakan lebih banyak kecemasan karena stres yang dialami antara pemingsanan dan pendarahan pada hewan. Metode penyembelihan halal tidak menghadapi hal ini, karena sayatan pisau secara langsung berkorelasi dengan hilangnya suplai darah.

Dikutip juga dari Halal Watch World, Ibnu Hajar Haytami mencantumkan tidak menyembelih cepat dan tanpa rasa sakit mungkin dianggap sebagai salah satu dosa besar. Ketika menyembelih hewan, dianjurkan untuk mengasah pisau dan memberi makan hewan sebelumnya untuk menenangkan sarafnya dan menghilangkan kecemasan.

Penyembelihannya juga harus memotong tenggorokan dan kerongkongan bersama dengan vena jugularis. Ini untuk memastikan bahwa saraf utama yang menyampaikan rasa sakit ke hewan segera terputus. Terputusnya vena jugularis juga memungkinkan darah pada hewan mengalir keluar dengan cepat karena fungsi vena tersebut adalah mengalirkan darah dari kepala, otak, wajah, dan leher ke jantung.

Efek stres pada hewan dapat membuat daging mengandung asam laktat yang dapat menurunkan pH daging. Selain itu, proses pengeluaran darah dari hewan juga mempengaruhi kualitas daging menjadi lebih sehat dan bersih. Sesaat setelah hewan disembelih, harus dibiarkan terlebih dahulu agar darahnya keluar dengan baik.

Menurut Ahli LPPOM MUI Dr Hasim Danuri, jika proses ini tidak dilakukan dengan baik, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan sepenuhnya menjadi media berkembang biaknya bakteri sehingga tidak sehat.

Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat agar daging yang dikonsumsi sehat dan berkualitas baik.

Baca Juga:
Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *