Hukum Aqiqah Ketika Anak Sudah Dewasa

Apa Hukum Aqiqah Ketika Anak Sudah Dewasa. Berdasarkan penjelasan dari Ustad Khalid Basalamah dalam sebuah ceramah tentang aqiqah. ia berkata bahwa ada khilaf diantara para ulama tentang aqiqah saat dewasa. Karena ada 2 pendapat ulama yang menyatakan bahwa.

Aqiqah

Pendapat pertama yang menyatakan, bahwa ulama yang mengatakan bahwa apabila sudah lewat hari ke 7 kelahiran bayi, dan bayi belum di aqiqah maka sebagian ulama mengatakan kewajiban untuk aqiqah sudah gugur. Karena hal itu dianggap bahwa orang tua tidak mampu, kecuali dalam keadaan orang tuanya lupa maka boleh melakukan aqiqah di hari begitu ia ingat.

Sedangkan pendapat ke dua para ulama mengatakan, boleh saja mengaqiqah anak ketika dewasa.  Karena ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad yang diriwayatkan Bukhori yang berbunyi “Semua bayi yang baru lahir itu, ia terikat dengan aqiqahnya.“

Maka hadist ini secara mutlak menjelaskan kepada kita , bahwa orang/anak itu terus terikat selama ia belum di aqiqahkan. Maka para ulama menyatakan bahwa hadis ini lebih kuat secara hukum dan secara derajat hadist, daripada hadist yang menyuruh menyembelih pada hari ke tujuh.

Jadi maksudnya hadist yang menyuruh untuk menyembelih kambing di hari ke tujuh itu, cuma afdolnya, bukan wajibnya.

Sedangkan hadis di pendapat ke 2 menyatakan: bahwa menggantungkan seseorang itu pada aqiqahnya, mutlaknya atau wajibnya, jadi di tetap terbebani selama ia belum aqiqah, afdolnya di hari ke tujuh dan kalau tidak mampu kapan saja boleh ia lakukan.

Dari pendapat ke dua ini maka boleh2 saja melakukan aqiqah ketika dewasa.

Dalam Hadist Riwayat Bukhori yang lain, Aisyah RA juga berkata bahwa “Nabi tidak pernah dipilihkan 2 perkara kecuali dipilihkan  hal yang paling mudah”. Jadi yang paling anda merasa mampu dan ada dalil dari ulama sajalah yang anda jalani.

Cara Memotong Hewan Aqiqah

Memotong hewan untuk aqiqah, memiliki tata cara yang sama ketika melakukan pemotongan hewan untuk qurban. Dan bahkan tidak jauh berbeda dari pada cara kita menyembelih hewan yang biasa untuk kita makan. Maka tata cara bagaimana penyembelihan ini tidak jauh berbeda antara yang satu dan yang lain.

Menurut Ustad Iriawan Lc, secara umum tata cara penyembelihan ini ada 2 cara:

Yang pertama adalah dilakukan dengan Anahru / memotong pangkal leher binatang. Dan ini hanya terjadi pada satu jenis binatang yaitu onta. Maka dari lehernya yang panjang, yang dipotong adalah pangkal leher (bukan di ujung atas leher)

Yang kedua disebut dengan azzabahu, yaitu sembelihan yang dilakukan di ujung atas leher dan ini berlaku untuk hewan-hewan lain selain unta.

Adapan tata cara penyembelihan yang dituntunan secara islam, maka yang harus pertama kali kita lakukan adalah:

  1. Menajamkan pisau yang harus kita gunakan untuk menyembelih
    Rasul bersabda” hendaklah salah seorang diantar kalian, menajamkan pisaunya”.
    Jadi pisau harus ditajamkan dan buatlah hewan yang akan disembelih itu merasa nyaman.
  2. Ketika menajamkan pisau, tidak dilakukan di depan hewan yang akan disembelih.
    Bila ada yang melakukan perbuatan tersebut maka Rasul menegur orang yang mengasah pisau tersebut. Seraya mengatakan ”Apakah engkau akan membunuhnya 2 kali?”
  3. Kemudian yang ke tiga yang dilakukan adalah menghadapkan hewan tersebut ke arah kiblat.

Bagaimana tata caranya, yaitu kepalanya diarahkan ke selatan , dan lehernya mengarah ke kiblat, kemudian baru di sembelih.
Sedangkan bila hewan itu harus dibaringkan seperti sapi atau kambing, maka caranya perut yang sebelah kiri, ditempelkan ke tanah, kemudian kepalanya diarahkanke selatan dan lehernya diarahkan ke arah kiblat. Kemudian baru dapat dilakukan penyembelihan.
(kalo hewan tersebut adalah ayam, maka tidak perlu dibaringkan ke tanah ya.)

Dan ketika akan menyembelih, ucapkan bismillah dan allahu akbar. Apabila sembelihan itu untuk kurban, maka disebutkan ini qurban untuk si fulan. Sedangkan bila untuk  aqiqah maka disebutkan, ini aqiqah untuk si  fulan.

Dan hendaklah yang dipotong itu Saluran Tenggorokan, Kerongkongan dan 2 Urat Leher. Sehingga yang terpotong adalah 4 bagian. Tenggorokan dan kerongkongan adalah saluran makanan dan pernafasan. Kemudian 2 urat leher merupakan aliran pembuluh darah. Apabila semua dipotong, maka hewan tersebut akan cepat mati. Sehingga kita tidak menyakiti mereka.

Kemudian yang terakhir ketika menyembelih itu, terutama menyembelih ayam adalah  jangan mematahkan kepalanya sebelum hewan itu benar-benar mati. Jadi harus diyakinkan dulu bahwa hewan tersebut telah mati, baru boleh dipatahkan kepalanya.
Jadi jangan sampai hewan tersebut itu belum mati, tapi sudah dipatahkan kepalanya, maka itu bisa mengakibatkan  hewan tersebut mati karena penyembelihan.

Hukum Memakan Daging Aqiqah Anak Sendiri

Bolehkan ibu dan bapak mengkonsumsi daging aqiqah. Aqiqah adalah suatu sunnah. Jadi orang tua pun boleh ikut memakan daging, bahkan kalo anak yang diaqiqah bisa makan, maka anak nya pun dibolehkan untuk makan.

 

Baca Juga: Aqiqah Hari Ke Tujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *