Hukum Aqiqah Diri Sendiri Setelah Dewasa

Bagaimanakah Hukum Aqiqah Diri Sendiri Setelah Dewasa, mari kita lanjutkan membaca.
Pelaksanaan aqiqah menjadi tanggung jawab kepala keluarga bayi hingga bayi mencapai usia baligh. Selama keluarga mempunyai kemampuan ekonomi, paling baik untuk segera melaksanakan aqiqah di hari ke 7 kelahiran atau kelipatan 7 hari selanjutnya. Pelaksanaan aqiqah ini didasarkan pada hadist yang berbunyi.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.”
(HR. Abu Daud, no. 2838, An-Nasa’i, no. 4220, Ibnu Majah, no. 3165, Ahmad, 5:12. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ada juga pendapat dari imam ahmad yang menyatakan bahwa, boleh saja berhutang untuk melaksanakan aqiqah agar sunnah ini tetap ada.

Hukum Aqiqah Diri Sendiri Setelah Dewasa

Bagaimana bila anak sudah mencapai usia dewasa dan belum di aqiqah.?
Menurut Ulama Syafi’iyah, dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 30: 279, Beliau berkata bahwa aqiqah menjadi tanggung jawab kepala keluarga hingga batas waktu anak mencapai usia baligh. Namun anak yang telah dewasa boleh saja untuk mengaqiqah dirinya sendiri

Jadi Apabila anak sudah mencapai usia baligh bahkan sudah mencapai dewasa, maka tanggung jawab orang tua untuk melaksanakan aqiqah menjadi gugur. Dan anak dewasa yang mempunyai kemampuan ekonomi dan ingin melaksanakan aqiqah untuk dirinya, maka itu boleh-boleh saja.

Makna Aqiqah

Kata tersebut berasal dari kata Al-Aqqu yang artinya memotong (Al-Qoth’u). Pendapat Al-Ashmu’i: Aqiqah awalnya rambut di kepala anak yang baru lahir. Dalam pelaksanaannya aqiqah disunahkan untuk memotong dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi.

Dari Ummu Al-Kabiyyah Kurz Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama, sedangkan untuk perempuan dan satu ekor domba”.
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Aqiqah dalam istilah agama artinya disembelih untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dengan maksud dan syarat tertentu. Oleh sebagian ulama disebut dengan nasikah atau dzabihah (penyembelihan). Hukum aqiqah menurut Syafi’i dan Hanbali adalah sunnah mu’akkadah atau sunnah yang sangat diutamakan. Bagi keluarga yang mempunyai kemampuan ekonomi, maka ia dianjurkan untuk segera melaksanakan aqiqah ketika anak nya masih bayi.

Perbedaan Jumlah Kurban Aqiqah

Ada mungkin yang mempertanyakan kenapa ada perbedaan dalam jumlah hewan antara bayi laki-laki dan perempuan. Menurut para ulama, pada zaman dulu bangsa arab mempunyai kebanggaan dan kebahagiaan yang lebih ketika mendapatkan kelahiran anak laki-laki. Dan karena kebahagiaannnya lebih besar, jumlah kambing yang akan di aqiqah pun lebih besar. Sehingga nabi menyuruh umatnya untuk menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki.

Baca Juga:
Hukum Qurban Sebelum Aqiqah

Pelaksanan Aqiqah Di Negara Lain

Hukum Aqiqah Diri Sendiri Setelah Dewasa

Apabila anda dan keluarga sedang berdomisili di daerah lain, padahal bayi tidak dilahirkan di daerah tersebut. Anda tetap dapat melaksanakan aqiqah, dimana anda dan keluarga berada. Tidak ada batasan yang mengharuskan pelaksanaannya diberikan sebagai hadiah di negara bagian/kota/desa tempat kelahiran. Karena itu, Anda dapat melakukannya di mana saja anda berdomisili saat ini, dengan norma yang sesuai.

Semoga info yang berada dalam artikel ini, bisa membantu anda dalam memberikan sedikit pengetahuan tentang aqiqah. Dan Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik saat menyambut bayi baru lahir ke dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *