Hukum Aqiqah Dibiayai Orang lain

Aqiqah Dibiayai Orang lain. Mungkin anda pernah berniat untuk menawari orang lain, untuk membiayai aqiqah untuk anak mereka. Mengingat kehidupan orangtua sang bayi yang kurang berkecupukan. Namun apakah hal tersebut dibolehkan dalam islam. Mengingat aqiqah adalah tanggung jawab dari orang tua atau ayah si bayi.

Nah, apakah hal seperti ini boleh?

Menurut ustad Khalid Bhasalamah, aqiqah yang dibiayai orang lain itu, boleh-boleh saja. Apabila ada teman, kerabat dan sahabat atau tetangga yang ingin membiayai aqiqah orang lain, maka itu boleh saja dilakukan. Secara aqiqah pun tetap sah di hukum islam. Jadi selain bayi bisa di aqiqah tepat waktu, yaitu di hari ideal hari ke 7. Sang donatur pun juga bisa mendapat pahala dari bantuan yang diberikan.

Suami Mengaqiqahi Istri, Bolehkah?

Sobat muslim, diantara perkara yang banyak ditanyakan  oleh sebagian orang adalah hukum suami mengaqiqahi istrinya yang belum aqiqah. Misalnya seorang suami memiliki istri yang belum aqiqah, apakah suami bertanggung jawab untuk mengaqiqahi istri tersebut.
Rasul mengatakan ”bahwa seseorang yang tidak aqiqah, maka dirinya tergadai”. Pada hakikatnya gadai itu transaksi hutang.

Aqiqah Dibiayai Orang Lain
Sumber: Unsplash

Nabi Muhammad bersabda “setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ke tujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama (HR Abu Daud: 3165 dan sandnya dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani-Rohimahullah)

Menurut para ulama, seorang suami tidak memiliki tanggung jawab untuk mengaqiqahi istrinya yang belum aqiqah. Karena yang memiliki tanggung jawab untuk mengaqiqahi seseorang adalah orang tuanya.
Jika orang tuanya tidak mampu mengaqiqahinya hingga ia dewasa, maka ia dianjurkan untuk mengaqiqahi diri sendiri.

Sebagaimana disebutkan imam nawawi dalam kitab al majmu, menjelaskan bahwa Imam Ar rafi mengatakan bahwa, jika aqiqah diakhirkan hingga anak dewasa, maka hukum aqiqah tersebut sudah gugur bagi orang tua.

Adapun bagi sang anak, diberi pilihan untuk mengaqiqahi dirinya.

Meskipun suami tidak mempunyai tanggung jawab untuk mengaqiqahi istrinya, namun jika dia ingin mengaqiqahi istrinya maka hukumnya boleh dan sah. Menurut para ulama, tidak masalah seseorang mengaqiqahi  orang lain, apalagi masih ada ikatan kekerabatan  atau memiliki ikatan pernikahan. Hal ini diperkuat oleh riwayat bahwa Nabi Muhammad,  mengaqiqahkan kedua cucunya Hasan dan Husain.

Hal ini sesuai  HR Abu Dawud: 2841 dan dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani-rohimahullah yang mengatakan “Sesungguhnya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, mengakikahi Hasan dan Husain tiap orang satu ekor kambing”

Kemudian Rasul berkata, bahwa hewan aqiqah disembelih pada hari ke 7 kelahirannya, hal ini menandakan bahwa tidak mengapa jika seseorang mengaqiqahi anak orang lain. Sebagaimana pula kerabat mengaqiqahkan kerabat yang lain. Dan mengaqiqahkan dirinya sendiri.

Oleh karena itu jika seorang suami mempunyai istri yang belum di aqiqah, maka ia tidak memiliki tanggungan untuk mengaqiqahkannya. Namun jika suami ingin bertabaruk atau berbuat baik kepada istrinya, maka ia boleh mengaqiqahkan istrinya. Sehingga ketika aqiqah dilaksanakan maka tanggungan aqiqah bagi istri sudah gugur. Walaupun yang bertanggung jawab penuh adalah orangtuanya termasuk ayah kandungnya. Namun tidak menjadi masalah jika sang suami ingin mengaqiqahi istrinya.

Aqiqah Praktis

Setelah niat dan biaya untuk aqiqah tercukup, maka langkah selanjutnya adalah memilih kambing, menyembelih dan memasaknya. Namun tidak semua orang bisa mempunyai waktu dan kemampuan untuk menyembelih dan memasak daging kambing.

Apabila anda ingin mendapatkan solusi praktis. Maka menggunakan jasa aqiqah yang sudah banyak beredar di media sosial, bisa menjadi solusi singkat. Jasa Aqiqah akan menawarkan kepada anda berbagai menu kambing yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan dana yang anda miliki. Infoaqiqah.com  sendiri juga merupakan sebuah layanan jasa aqiqah. Anda bisa berkomunikasi dengan kami langung di no yang sudah tercantum. Anda bisa memilih menu menu kambing yang anda sukai.

Menu Kambing Aqiqah

Ada banyak menu kambing aqiqah yang bisa anda pilih. Mulai dari gulai daging kambing, sate kambing, rendang kambing, tongseng, iga kambing, nasi goreng kambing, nasi briyani kambing sampai Kambing Guling. Pilihan ini bisa anda sesuaikan dengan kesukaan anda dan kebiasaan di daerah sekitar anda tinggal.

Baca Juga : Mencukur Rambut Ketika Aqiqah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *