Doa Mencukur Rambut Bayi dan Apa Pendapat Ulama? 

Doa Mencukur Rambut Bayi dan Apa Pendapat Ulama? Mari kita bahas disini.
Memiliki seorang bayi tentulah sangat membahagiakan, apalagi jika baru melahirkan. Sebagai umat Islam tentunya tak akan melewatkan prosesi mencukur rambut bayi yang diiringi lainnya. Sebuah tradisi sekaligus hal yang dianjurkan  sebagai tanda syukur atas kelahiran seorang bayi. 

Prosesi mencukur ini umumnya diiringi dengan penyembelihan hewan seperti kambing. Jumlah kambing yang disembelih pun disesuaikan dengan jenis kelamin bayi tersebut. Saat prosesi mencukur rambut tersebut, di beberapa daerah juga diiringi dengan mengadakan pengajian juga membaca sholawat. 

jumlah kambing aqiqah

Tata Cara dan Doa Mencukur Rambut Bayi

Prosesi dalam menyambut kedatangan seorang bayi melalui mencukur atau memotong rambutnya sebenarnya diatur dalam Islam. Tata cara tersebut, yaitu:

  1. Menyembelih hewan seperti kambing, satu untuk anak perempuan dan dua untuk anak laki-laki. 
  2. Memasak daging hewan yang telah disembelih tersebut. 
  3. Memakan sebagian masakan daging dan sebagian lagi membagikan pada tetangga dan saudara. 
  4. Mencukur rambut dan tak lupa memberikan nama dengan makna indah dalam Islam. 
  5. Tatkala mencukur rambut pada bayi, bacalah doa yang telah dicontohkan oleh pendahulu dan tokoh agama Islam. 

Rambut Bayi Dicukur Lalu Ditimbang dan Disetarakan Dengan Emas Kemudian Disedekahkan

Saat melakukan prosesi atas rasa syukur terlahirnya seorang bayi,  mencukur rambut bayi adalah salah satunya bagiannya. 

Mencukur bayi pada saat acara aqiqah atau pun pengajian dilakukan secara bergiliran sambil dibacakan doa. Menggunting sedikit rambut sebagai simbol saja dan nantinya akan dilanjutkan setelahnya. 

Rambut bayi yang telah dicukur nantinya akan dikumpulkan dan ditimbang beratnya. Berat rambut tersebut akan disetarakan dengan gram emas. Besarnya gram tersebut nanti akan diganti dengan uang untuk disedekahkan,  sebagai tanda syukur pertama. 

Sebuah kelahiran umat Islam akan selalu membawa kebahagiaan terutama bagi kedua orang tuanya. Melakukan aqiqah untuk anak serta mencukur rambut merupakan tanda syukur yang pertama kali dilakukan oleh seorang umat Islam. 

Baca Juga: Aqiqah dengan Kambing Betina, Bolehkah?

Pendapat Ulama tentang Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah

Islam telah mengatur banyak hal dalam kehidupan umatnya,  termasuk dalam hal mencukur rambut saat bayi baru lahir. Aturan bertujuan untuk kebaikan umatnya sendiri. Begitu pula dengan tradisi mencukur rambut saat aqiqah. 

Menurut para ulama dalam berbagai kajian,  bahwa aqiqah hukumnya sunnah yang dianjurkan. Sedangkan mencukur rambut saat aqiqah adalah untuk kebaikan termasuk unsur kesehatan. Meskipun hukumnya sunnah,  akan lebih baik dilakukan pemotongan atau mencukur sebagian atau seluruh rambut bayi. 

Sesungguhnya tergadai seorang bayi yang baru lahir dengan aqiqahnya. Dengan menyembelih hewan pada hari ketujuh,  mencukur rambut serta memberinya nama. Hal tersebut telah tercantum pada sebuah hadis shahih dan dijadikan sebuah pedoman. 

Rekomendasi Jasa Aqiqah Terbaik

Melakukan acara aqiqah pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan tentunya cukup merepotkan. Karena harus menyembelih,  memasak serta mempersiapkan acara aqiqahnya. Untungnya sekarang ini ada jasa aqiqah yang akan membantu Anda dalam menyiapkan acara tersebut. 

Anda cukup memilih paket yang tersedia,  mulai dari besarnya hewan yang akan disembelih hingga masakan yang diinginkan. Anda tak perlu lagi sibuk menyembelih hingga memasaknya. Cukup dengan menggunakan jasa aqiqah yang kini banyak tersedia di berbagai kota. 

Pilihlah jasa aqiqah yang mengetahui dengan benar prosesi dan aturan aqiqah, selain harganya yang miring. Jasa ini akan menentukan sahnya pelaksanaan acara. Mereka yang memilihkan kambing dan membaca doa ketika kambing disembelih.

Beberapa jasa memberikan video saat penyembelihan agar Anda dapat turut menyaksikan dari jauh dan meyakini keabsahannya.

Dengan menggunakan jasa aqiqah tersebut, Anda hanya perlu melaksanakan acara mencukur rambut bayi dan pengajian. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *