Doa Aqiqah

Sebelum saya membahas lebih lanjut tentang doa aqiqah, perlu saya ingatkan bahwa salah satu hikmah disyariatkannya aqiqah sehubungan dengan kelahiran seorang anak tidak lain merupakan bentuk kesyukuran akan nikmat yang telah Allah berikan dengan lahirnya anak tersebut.

Jika seorang hamba mampu bersyukur kepada Allah, niscaya Allah akan menambahkan nikmat baginya. Allah Azza Wajalla berfirman dalam kitab-Nya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian ingkar, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Surah Ibrahim : 7).

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menegaskan dalam kitabnya Tufhatul Maudud, bahwa sembelihan aqiqah mengandung makna pendekatan diri kepada Allah dan bentuk kesyukuran akan nikmat yang Allah berikan dengan tercapainya tujuan pernikahan, yaitu mendapatkan keturunan.

Oleh karena itu, tidak sepantasnya bagi orang tua yang mampu untuk mengaqiqahi anaknya menelantarkan amalan tersebut. Bahkan, Al-Imam Ahmad Rahimahullah menyarankan untuk berutang dalam rangka aqiqah, dan beliau berharap orang tersebut akan dimudahkan oleh Allah Azza Wajalla untuk melunasi hutang tersebut.

Baca Juga : Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Penjelasan Detail Tentang Doa Aqiqah

Disyariatkan ketika menyembelih hewan aqiqah untuk membaca doa sebagaimana doa yang dibaca ketika menyembelih hewan qurban, yaitu membaca ‘Bismillah Allahu Akbar’, hanya saja ditambahkan setelahnya kalimat ‘Hadzihii Aqiiqatu Fulaan (Ini aqiqahnya si fulan)’. Kata Fulaan diganti dengan nama anak yang diaqiqah.

Jadi, jika anak yang diaqiqahi bernama Muhammad misalnya, maka doa aqiqah yang dibaca saat menyembelih hewan aqiqah adalah ‘Bismillah Allahu Akbar Hadzihii Aqiiqatu Muhammad’. Jika yang diaqiqahi bernama Aisyah misalnya, maka bacaannya adalah ‘Bismillah Allahu Akbar Hadzihii Aqiiqatu Aisyah’. Demikian seterusnya.

Dalil yang menunjukkan disyariatkannya hal yang telah disebutkan di atas adalah hadits Aisyah Radhiallahu Anha, di mana beliau berkata :

عق عن الحسن والحسين شاتين يوم السابع وأمر أن يماط عن رأسه الأذى وقال اذبحوا على اسمه وقولوا بسم الله والله أكبر اللهم لك وإليك هذه عقيقة فلان

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan dua ekor kambing pada hari ketujuh, dan memerintahkan agar rambut kepalanya dicukur. Beliau berkata ‘sembelihlah atas namanya, dan ucapkanlah “Bismillah wallaahu akbar. Allaahumma laka wa ilaika. Hadzihii aqiiqatu fulaan.” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini milik-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqahnya si fulan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam sunannya [9/303] dan An-Nawawi menganggap haditsnya hasan).

Dalam satu riwayat oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, disebutkan sebagai berikut :

يسمي على العقيقة كما يسمي على الأضحية (فيقال): بسم الله عقيقة فلان

“Dia menyebutkan nama atas aqiqah tersebut sebagaimana dia menyebutkan nama atas sembelihan qurban. Dia katakan ‘Bismillah Aqiiqatu Fulaan (Dengan nama Allah, ini aqiqahnya si fulan)”

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan ketika menyembelih, maka beliau Rahimahullah memberikan jawaban sebagai berikut :

تقول عند ذبح الذبيحة: بسم الله والله أكبر ثم تذبحها، بسم الله والله أكبر، هكذا كان يفعل النبي ﷺ ، تضع رجلك على صفحة العنق، وتمسك رأسها وتذبحها بيدك اليمنى الأخرى هذا هو السنة.

وإن كانت ضحية قلت: عن فلان، أو عني وأهل بيتي، وإن كانت عقيقة تقول عن ولدي فلان أو عن بنتي فلانة

“Kamu katakan ketika hendak menyembelih sembelihan ‘Bismillah Wa Allahu Akbar’ kemudian engkau menyembelihnya.  Inilah yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam….Kalau sembelihannya untuk qurban, maka kamu katakan ‘ (ini sembelihan) dari si fulan’ atau ‘dariku dan keluargaku. Jika sembelihannya untuk aqiqah, maka kamu katakan ‘(ini sembelihan aqiqah) dari orang tua si fulan atau dari anakku si fulanah.” (Sumber : bit.ly/fatawabinbazdoaaqiqah).

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan seputar doa aqiqah  pada artikel kali ini. Semoga apa yang saya sampaikan bisa memberikan manfaat bagi kaum muslimin, khususnya bagi orang tua yang mungkin belum memahami hal tersebut dengan baik. Semoga bermanfaat dan ilmu hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *