Dalil Aqiqah Apa Ya? Berikut Kompilasinya

Kelahiran buah hati merupakan hal yang membahagiakan bagi pasangan, mengucapkan rasa syukur adalah hal paling utama. Dan kelahiran bayi harus diiringi dengan pelaksanaan aqiqah, sehingga kita perlu mempelajari apa dalil aqiqah.

Allah telah memberikan karunia kepada umat-Nya dengan kelahiran tersebut. Maka sebagai muslim, ada kewajiban yang harus terlaksana yaitu dengan melaksanakan aqiqah. Proses Aqiqah ini sesuai dengan perintah Aqiqah, hewan untuk aqiqah, juga tata cara penyelenggaraannya.

Semua seperti yang telah Rasulullah ajarkan dalam beberapa hadist meriwayatkan tentang pelaksanaan aqiqah. Bahkan dalam Al-Quran juga disebutkan tentang dalil Aqiqah agar setiap muslim memperhatikan dan mampu melaksanakannya. Beberapa penjelasan ini akan memberikan gambaran secara detail tentang aqiqah secara keseluruhan. 

Dalil tentang Perintah Aqiqah

Aqiqah merupakan ajaran yang Rasulullah contohkan kepada umatnya. Berdasarkan hukumnya, aqiqah terbagi jadi dua, ada yang sunnah serta wajib. Sunah dalam hal ini termasuk sunnah muakad. Dimana hukum sunah muakkad itu wajib. Jika seorang muslim memiliki kemampuan dalam melaksanakan aqiqah, juga memiliki harta yang cukup maka segera untuk melaksanakan aqiqah seperti yang telah tertulis dalam Al Quran.

Surat Al Isra’ Ayat 24:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ 

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

Surat Al Isra’ ayat 25:

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا 

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

Surat Al Isra’ ayat 26:

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا  

Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Surat Al Isra’ Ayat 27:

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا 

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.

Untuk hukum aqiqah yang menyatakan wajib bisa sesuai dengan hadist riwayat Ahmad. Para ulama memberikan tafsiran, bahwa seseorang anak tidak mampu memberikan syafaat kepada orangtua jika belum melewati proses aqiqah.

Baca Juga: Layanan Aqiqah Bagaimana yang Sesuai Syariat?

 

Dalil Tentang Hewan Aqiqah

Dalam prosesi aqiqah untuk bisa melaksanakannya maka harus dengan hewan qurban. Di mana hewan qurban tersebut harus sesuai dengan anjuran. 

Hewan qurban harus sehat dan secara umur tidak boleh kurang dari setengah tahun. Saat melaksanakan aqiqah dan memilih hewan qurban harus sesuai tuntunan dan menyembelihnya dengan syariat islam.

Saat melaksanakan aqiqah, ada ketentuan untuk jumlah hewannya, jika bayi tersebut merupakan laki-laki. Maka melaksanakan aqiqah dengan menyembelih dua hewan aqiqah, bisa berupa kambing atau domba. Sementara itu, untuk berjenis kelamin wanita hanya membutuhkan satu domba saja dalam proses penyembelihan aqiqah.

Dalil Tentang Cara Penyelenggaraan Aqiqah

Apa saja dan bagaimana dalil menyangkut tentang penyelenggaraan aqiqah yaitu mengenai waktu penyelenggaraannya. Para ulama menyepakati bahwa pelaksanaan aqiqah ini yang terbaik di hari ke 7 setelah lahir. Jika ada halangan maka bisa melakukannya di hari ke 14 atau 21. Juga merujuk pada perintah aqiqah untuk seorang muslim, yaitu hukumnya sunnah muakad.

Jika seorang muslim memang tidak mampu dengan melihat kondisi ekonomi maka kewajiban dalam beraqiqah ini menjadi gugur. Namun, seorang muslim yang mempunyai kemampuan wajib melaksanakan aqiqah sesuai dengan ketentuan islam dan syariat islam. 

Dalil Aqiqah

Dalil Tentang Siapa Penerima Daging – Makanan Aqiqah

Setelah melaksanakan aqiqah dengan proses penyembelihan hewan kurban ini, maka siapa saja penerima daging aqiqah adalah keluarga dan kerabat dekat. Selanjutnya bisa juga membagikan daging aqiqah tersebut kepada para tetangga. 

Dalam membagi daging aqiqah ini sangat berbeda dengan daging kurban. 

Daging kurban dibagikan berupa mentah. Pada pelaksanaan aqiqah ini daging harus dalam keadaan matang. Bisanya pembagian daging berupa makanan siap saji yang telah diolah menjadi beberapa menu pilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *