Cara Memilih Kambing Untuk Aqiqah

Kali ini kita akan membahas tentang cara memilih kambing / domba  yang bagus untuk aqiqah dan qurban. Ada banyak jenis kambing untuk aqiqah yang bisa digunakan, seperti jenis kambing ettawa, kambing  gibas, kambing garut, kambing jawa dll.

Apa saja kriteria untuk memilih kambing yang bagus:

  1. Sudah cukup umur
    Umur hewan qurban / aqiqah itu ada yang satu tahun ada yang minimal 6 bulan. Kalo yang satu tahun adalah untuk jenis kambing, kalo untuk jenis domba sendiri minimal 6 bulan.
  2. Tidak ada cacat fisik
    Setelah cukup umur, maka syarat yang kedua adalah tidak ada cacat fisik. Baik cacat di mata sampai kaki atau sakit fisik. Jadi bila ada kambing yang memiliki cacat fisik seperti di atas, maka tidak bisa dijadikan hewan aqiqah. Selain itu secara fisik, kambing juga harus memiki berat badan yang bagus.

Baca Juga: Syarat Kambing Aqiqah Yang Layak.

Kambing Untuk Aqiqah
Sumber : Unsplash

Cara Mengetahui Umur Kambing dan Domba dari Giginya

Untuk keperluan ibadah aqiqah atau qurban, umur kambing adalah 1 tahun atau lebih, sedangkan untuk domba minimal umurnya 6 bulan. Namun tidak mudah mengetahui umur  hewan domba 6 bulan, terutama apabila anda membeli di pasar hewan. Maka sebaiknya pilihlah hewan domba / kambing yang sudah berumur 1 tahun atau lebih, karena ciri – cirinya mudah terlihat dari giginya.

Untuk domba, anda bisa melhat dari gigi depan atau gigi seri yang bagian bawah. Apabila gigi susu nya (gigi kecil) sudah ada yang berganti menjadi gigi yang lebih besar sebanyak 2 buah. Maka sudah dipastikan umur domba itu sudah 1 tahunan.  Kalo gigi besarnya ada  4, maka dipastikan umurnya sudah 2 tahun.

Apalagi kalo kondisi fisiknya mempunyai tanduk yang bagus, berat badan yang besar dan sehat, dan giginya yang sudah berganti atau sudah berumur 1 tahun. Maka dengan ciri-ciri tersebut sudah layak dijadikan hewan aqiqah atau kurban.

Hal ini juga berlaku untuk hewan kambing, apabila gigi susu depannya sudah berganti, maka dapat dipastikan umurnya sudah 1 tahun.

Perbedaan Kambing dan Domba

Ada banyak perbedaan antara kambing dan domba dari fisik hingga syarat aqiah dan qurban, seperti:

Kambing memiliki bulu lurus, sedangkan domba memiliki bulu yang lebih keriting dan menyatu serta sulit ketika mau dipotong. Bahkan bulu domba harus di cukur bila akan dipotong. Berbeda dengan kambing, yang tidak perlu  dicukur bila akan dipotong.

Kambing jantan, cenderung mempunyai janggut. Kambing jantan dan betina kebanyakan memiliki tanduk. Pada domba betina jenis garut mempunyai tanduk. Namun pada umumnya  domba betina, kebanyakan tidak memiliki tanduk.

Perbedaan kambing dan domba  dari segi sistem hidup. Hewan kambing memilik sistem hidup yang individual. Bila anda pernah memperhatikan, apabila ada sekumpulan domba di sebuah lapangan, maka akan terlihat bahwa mengendalikan 100 domba lebih gampang dibanding mengendalikan 10 kambing. Kenapa? Karena domba itu mempunyai sifat  koloni. Sehingga apabila satu domba digiring ke suatu lokasi, maka secara otomatis domba yang lain akan mengikuti.

Selain kambing bersifat individual, kambing juga mempunyai kelenjar bau dibelakang tanduk, untuk apa? Untuk menandai teritorialnya. Jadi kalo hewan kucing dan anjing, biasanya menandai daerahnya dengan kencing. Kalo kambing, ia menandai wilayah kekuasaannya dengan menggesekkan tanduknya ke pohon. Sehingga kelenjar baunya keluar.

Berbeda dengan domba, domba tidak memiliki kelenjar bau, oleh karena itu, ketika kita mengkonsumsi daging  kambing atau domba secara sederhana kita akan bisa membedakan, apakah  itu daging kambing atau daging domba. Karena daging kambing biasanya lebih kuat mengeluarkan bau prengus.

Pakan Kambing dan Domba.

Domba biasanya mengkonsumsi makanan yang merumput, jadi cenderung merunduk kalo jenis domba. Sedangkan kambing cenderung mendaun. Kelebihan dari domba, adalah domba tidak terlalu pilih-pilih, dan mau makan apa saja mau, baik rumput atau daun.

Sedangkan kambing, membutuhkan penyesuaian makan yang lebih lama dibanding domba. Secara umum, tetap makanan utama kambing adalah daun-daunan.

Bagaimana aturan syariat. Domba boleh dijadikan hewan qurban, ketika usianya sudah memasuki usia dewasa kelamin atau yang sudah berusia 6 bulan tapi ia juga  harus memenuhi syarat yang lainnya yaitu berat badan harus berisi (tidak kurus).
Sementara kambing,  baru bisa dijadikan sebagai hewan qurban ketika usianya sudah 1 tahun.

Kalo buat dikonsumsi enakkan yang mana ya..?
Biasaya tergantung kebiasaaan, intinya dua-duanya sama-sama enak. Apalagi bila dimasaka menjadi sate, tongseng, atau digulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *