Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina

Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina. Mari kita baca uraian di bawah. Berkenaan dengan hewan yang di aqiqah, syariat menetapkan untuk dapat menggunakan hewan seperti domba dan kambing, dengan syarat usia minimal untuk domba adalah 6 bulan dan kambing adalah 1 tahun. Hewan yang akan di kurbankan secara fisik juga harus bebas dari cacat seperti tidak pincang, tidak buta, tidak gila, dan tidak terlalu kurus.
Apakah Boleh menggunakan Kambing Betina? Untuk perbedaan jenis kelamin hewan, tidak ada persyaratan khusus. Jadi, dibolehkan menggunakan hewan berjenis kelamin jantan atau betina. Namun yang terbaik adalah pilih yang jantan, dan berdaging gemuk. Tujuannya karena daging jantan seratnya lebih padat, dan supaya semakin banyak daging yang bisa dimasak dan dibagikan.

Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina

Apa yang dimaksud dengan Aqiqah?

Asal kata bahasa Arab Aqiqa berasal dari ‘aqqa’, yang berarti menumpahkan darah sesuatu, atau memotong sesuatu. Aqiqa adalah istilah yang digunakan dalam terminologi Islam untuk tindakan mengorbankan hewan kambing / domba untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa ta’ala saat kelahiran seorang anak, sebagai tanda penghargaan, syukur atas rahmat, karunia dan berkah-Nya.

Setelah Kambing di sembelih, daging kambing tidak boleh di bagikan secara mentah. Didalam syariat, daging aqiqah harus dimasak terlebih dahulu baru boleh dibagikan.
Kepada siapa sajakah daging harus dibagikan? Kepada siapapun boleh, diutamakan kepada keluarga, tetangga dan fakir miskin. Ketika acara aqiqah, anda juga boleh mengundang orang kaya, jadi tidak ada batasan status ekonomi dalam mengundang makan pada acara aqiqah.

Hadist Mengerjakan Aqiqah

Kelahiran seorang anak merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap keluarga. Untuk merayakan momen ini, Nabi Muhammad menyunahkan untuk melaksanakan aqiqah. Dalam terminologi Islam, aqiqah didefinisikan sebagai pengorbanan hewan pada saat kelahiran anak.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa melakukan Aqiqah ketika mereka dikaruniai bayi yang baru lahir. Tanggung jawab aqiqah dibebankan kepada orang tua atau wali anak. Tanggung jawab ini akan menjadi beban orang tua sebelum anak mencapai usia baligh. Jadi apabila sang anak, sudah baligh, dan masih belum di aqiqah, maka kewajiban orang tua untuk mengaqiqah anak menjadi gugur.

Dibawah ini adalah perkataan/hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, untuk menggunakan kambing/ domba dalam acara aqiqah.

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.”
(HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Jadi dalam pelaksanaan aqiqah, jumlah kambing dibedakan berdasarkan jenis kelamin si bayi. Dikorbankan 1 ekor domba/ kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki-laki.

Pemberian Nama Dalam Aqiqah

Selain  berlimpahnya pengucapan doa dan ucapan selamat untuk sang bayi, aqiqah juga merupakan momen dimana pertama kalinya, rambut bayi dipotong.
Ini adalah termasuk bagian dalam prosesi aqiqah, rambut yang dipotong akan di timbang beratnya dalam takaran emas atau perak lalu diberikan sebagai sumbangan kepada orang miskin. Acara ini juga menjadi momen untuk memberitahukan nama bayi secara resmi kepada para undangan.  Karena sebab ini juga, kadang aqiqah disebut juga sebagai upacara pemberian nama, meskipun tidak ada prosedur atau upacara resmi yang terkait dengan tindakan pemberian nama.

Kata aqiqah berasal dari kata Arab ‘aq yang berarti memotong. Beberapa menghubungkan ini dengan potongan rambut pertama anak, sementara yang lain mengatakan bahwa itu mengacu pada penyembelihan hewan untuk menyediakan daging untuk makanan.

Baca Juga:
Ketentuan Hewan Aqiqah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *