Aqiqah Anak Perempuan Menurut Imam 4 Mahzab

Saat orang tua memiliki anak perempuan yang telah lahir, maka jatuhlah tanggung jawab melaksanakan aqiqah anak perempuan kepada buah hatinya. 

Islam di Indonesia berkembang mengenal 4 imam mahzab. Oleh karena itu, pelaksanaan aqiqah untuk anak perempuan juga berdasarkan syariat dan ketentuan imam mahzab. 

Lalu seperti apa 4 imam mahzab ini? bagaimana kecenderungan di Indonesia mengikuti imam, serta aqiqah yang juga diajarkan pada imam.

Aqiqah Anak Perempuan

Mengenal Imam 4 Mahzab

Imam 4 mahzab ini merupakan imam yang dikuti oleh muslim Indonesia, jalan ajaranya menjadi rujukan untuk keilmuan Islam. Inilah 4 imam mahzab tersebut mengenalnya secara detail.

1.Imam Syafi’i

Imam Syafi’i lahir di Palestina tahun 767 M, di mana beliau hidup pada masa khalifah Harun Al-Rasyid.  Beliau merupakan pelopor tentang ilmu ushul fiqh dan mahzabnya banyak dianut oleh muslim di Indonesia. Buku berjudul Ar-Risalah ini merupakan panduan serta disiplin ilmu untuk pedoman hukum Islam. Di dalamnya dijelaskan pengertian syariat antara Al Qur’an dan Al Hadits.

2.Imam Ahmad

Imam Ahmad Ibnu Hambali lahir di Bagdad tahun 780 M. Ibu Hambal pernah belajar kepada imam syafi’i terkait ilmu fiqih. Pola pemikiran Imam Ahmad ini digunakan untuk menetapkan hukum Islam. Karyanya, Al Qiyas mempersepsikan keutamaan di bidang sosial politik. Di mana beliau mengkaji berdasarkan pada Al Qur’an dan Al Hadist.

3.Imam Malik

Imam Malik lahir di kota Madinah pada tahun 713 M. Beliau orang yang sangat mampu menguasai al hadist dalam konteks ilmu fiqih. 

Mahzab Imam Maliki bisa berpengaruh dalam berbagai pengaruh sosial juga politik terutama Indonesia. Al-Mudharrak menjadi rujukan dan jalan Islam untuk memahami Al Qur’an dan As Sunnah.

4.Imam Hanafi

Imam Hanafi lahir di tengah keluarga Persia. Ia mendapat gelar Abu Hanifah karena sangat rajin ibadah pada Allah. Mahzab yang menjadi pemikirannya, yaitu fiqih dan qiyas yaitu memaknai Al Qur’an terlebih dahulu kemudian dihubungkan dengan Al Hadits. Pemikirannya pun sangat berpengaruh di Indonesia sebagai rujukan serta jalan dalam syariat Islam.

Kecenderungan Imam yang Diikuti di Indonesia

Indonesia yang mengenal imam 4 mahzab ini justru cenderung mengikuti Imam Syafi’i. Menurut pendapat para ulama, pemikiran atau metode dari mahzab Syafi’i dianggap paling sesuai dengan tradisi dan kondisi masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, secara umum panduan syariat dan terutama tentang fiqih, muslim di Indonesia mengikuti ajaran Imam Syafi’i, dibandingkan dengan mahzab lainnya.

Meskipun demikian, dalam beberapa kasus masyarakat dan ulama tetap berpedoman kepada 4 Imam di atas dalam menentukan hukum. Semuanya diperlukan agar yakin dan mendekati kebenaran.

Baca Juga : Doa Aqiqah Anak Perempuan

Aqiqah Anak Perempuan yang Diajarkan Para Imam

Menurut para imam, aqiqah anak perempuan harus sesuai tuntutan yang ada pada al hadist. 

Untuk hal ini semua Imam sepakat dengan yang Imam Syafi’i mengajarkan, bahwa diperbolehkan melaksanakan aqiqah setelah 7 hari kelahirannya. Termasuk pula jumlah kambing untuk anak perempuan yang di-aqiqah sebanyak satu ekor saja dan tata cara lainnya tentang penyajian aqiqah dalam bentuk makanan siap saji.

Harapan Orang Tua pada Setiap Anak Perempuan

Orang tua tentu memiliki harapan terbaik bagi anak perempuannnya. Apalagi suatu saat anak perempuan akan menjadi ibu. Tentunya orang tua berdoa untuk kebaikannnya dengan menjadi anak yang shalehah. Anak yang bisa menerapkan syariat Islam dan ajaran Al Quran juga Al Hadits secara untuh sebagai jalan dan pedoman hidupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *