Aqiqah Anak Perempuan dan Ketentuan Syariatnya

Melaksanakan aqiqah untuk kelahiran anak perempuan merupakan salah satu tuntunan syariat. Sebab, syariat islam tidak membatasi aqiqah hanya bagi anak laki-laki tetapi juga anak perempuan. Dalam pandangan islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dari segi ubudiyyah (ibadah kepada Allah), meskipun tentunya ada beberapa sisi perbedaan yang sudah ditetapkan di dalam islam.

Berbeda dengan islam yang memberikan kemuliaan bagi anak perempuan sebagaimana halnya pada anak laki-laki, justru di masa jahiliyyah anak perempuan menduduki posisi yang hina. Bahkan bagi masyarakat jahiliyyah, kelahiran anak perempuan dianggap sebagai penyebab kehinaan dan rasa malu. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah Azza Wajalla dalam firman-Nya :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (Surah An-Nahl : 58-59).

Islam datang mengembalikan kemuliaan perempuan. Sehingga, seluruh ketetapan syariat terkait perempuan maka pada dasarnya hal tersebut merupakan kemuliaan bagi mereka, termasuk dalam hal ini syariat aqiqah bagi anak perempuan sebagaimana halnya anak laki-laki, meskipun terdapat perbedaan dari segi jumlah hewan yang disembelih.

Aqiqah Anak Perempuan dan Ketentuan Syariatnya

Ketentuan Syariat Terkait Aqiqah Anak Perempuan

1.Hewan yang Disembelih Berupa 1 Ekor Kambing/Domba

Untuk aqiqah anak perempuan, disyariatkan menyembelih 1 ekor kambing/domba. Hal tersebut berdasarkan dalil di bawah ini :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ تذبحُ عنْهُ يومَ السَّابعِ ويُحلَقُ رأسُهُ ويُسمَّى

“Setiap anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur, dan diberikan nama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany Rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah No.2580).

Waktu aqiqah untuk anak perempuan tidak berbeda dengan waktu aqiqah untuk anak laki-laki, yaitu hari ketujuh kelahirannya. Jika orang tua tidak mampu melakukannya di hari ketujuh, maka boleh dihari yang lain, karena penyebutan hari ketujuh hanyalah menunjukkan waktu paling utama.

2.Anak Perempuan Tidak Dicukur Rambutnya

Berbeda dengan anak laki-laki yang disyariatkan untuk mencukur rambutnya, justru anak perempuan tidak disyariatkan untuk dicukur rambutnya saat diaqiqahi.  Hal ini merupakan pendapat sekelompok para ulama, diantaranya para ulama dari madzhab Hanbaliyyah dan dikuatkan oleh sekelompok ulama di masa sekarang semisal Asy-Syaikh Bin Baz Rahimahullah dan yang lainnya.

3.Diberikan Nama

Sebagaimana disyariatkannya pemberian nama bagi anak laki-laki saat diaqiqah, maka demikian pula pada anak perempuan. Dalam hal ini, sebaiknya nama anak perempuan tersebut merupakan nama-nama islami agae lebih menunjukkan identitas keislamannya kelak, disamping nama merupakan doa yang didalamnya terdapat harapan orang tua agar kelak anak mereka berperangai indah sebagaimana namanya.

Kiranya sampai di sini ulasan mengenai syariat aqiqah bagi anak perempuan dan tata caranya dalam islam. Semoga keberadaan artikel ini bisa menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin terkait dengan agama mereka. Sekedar informasi, bagi orang tua yang ingin menggunakan jasa aqiqah yang sudah berpengalaman di bidang ini, sebaiknya gunakan jasa aqiqah dari infoaqiqah.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *