Aqiqah Anak Laki-Laki Menurut Imam 4 Mahzab 

Aqiqah menjadi tuntunan dalam Islam ketika kedua orang tua memiliki anak, terutama untuk anak laki-laki. Dalam pandangan Islam, anak laki-laki ini cenderung memiliki tanggung jawab besar, yaitu imam keluarga. Maka ada ketentuan aqiqah anak laki-laki menurut imam mahzab yang berbeda dengan anak perempuan. Sebagai orang tua juga perlu memahami seperti apa kewajiban kepada anak, bagaimana perintah aqiqah dan sebagainya.

Aqiqah Anak Laki-Laki

Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

Setelah anak lahir, dalam Al-Quran dan Al-hadits, serta contoh dari Rasulullah bahwa selanjutnya melaksanakan aqiqah. Adapun pelaksanaan aqiqah untuk anak ini merupakan kewajiban orang tuanya dalam menjalankan syariat aqiqah yang sesuai. Selain itu, orang tua juga berkewajiban mencukur rambut anak ketika aqiqah.

Kewajiban orang tua lainnya yaitu mendidik anak mulai dari kandungan hingga besar sesuai dengan tuntunan Islam. 

Jadi, anak kelak menjalankan kehidupan berpedoman kepada Al-Quran dan Al-Hadist. 

Perintah Aqiqah dan Panduan Untuk Anak Laki-Laki

Perintah aqiqah tertera pada hadits shahih di mana jika bayi laki-laki melaksanakan aqiqah dengan memotong dua ekor kambing. 

Menurut Rasulullah dari hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, bahwa perbedaan perintah aqiqah dan panduan untuk anak laki-laki beraqiqah adalah pada jumlah kambing. Hal ini disepakati oleh ulama 4 mahzab; Imam Syafi’i, Ahmad Hambali, Maliki dan Hanafi.

Aqiqah Anak Laki-Laki

Seperti yang sudah diketahui, bahwa hukum aqiqah sendiri merupakan sunnah muakad atau mendekati wajib. Bagi yang mampu dan memiliki harta lebih wajib melaksanakan aqiqah secara sempurna. Namun, bagi yang tidak mampu secara harta, kewajiban aqiqah bisa dianggap gugur, menurut alim ulama. 

Untuk pelaksanaan panduan aqiqah anak laki-laki tetap sama caranya sesuai dengan tuntutan syariat, 7 hari setelah hari kelahiran, memotong rambut juga menyembelih hewan, dan membagikan aqiqah dengan masakan yang sudah matang.

Anak Laki-laki dan Harapan Orang Tua

Anak laki-laki merupakan anak yang nantinya akan menjadi imam dalam keluarga, maka orang tua harus mendidik anak laki-lakinya dengan baik dan benar. Didikan tersebut harus berdasarkan Al-Quran dan As Sunnah. Mengajarkan ilmu fiqih, tentang aqidah dan akhlak sebagai seorang muslim.

Tentunya harapan orang tua kepada anak laki-lakinya kelak menjadi pemimpin terbaik bagi keluarganya, karena memiliki tanggung jawab besar pada keluarganya. Harapannya anak laki-laki ini bisa jadi insan mulia, rahmatan lil al amin, sholeh dan mampu menjunjung tinggi ajaran Islam sebagai pedoman hidupnya.

Baca Juga:
Ketentuan Hewan Aqiqah, Harus Kambing Kah?

Kewajiban Anak Laki-Laki yang Harus Diajarkan Orang Tua

Orang tua memiliki tanggungjawab besar terhadap anak laki-lakinya. Maka orang tua wajib mengajarkan kepada anaknya, yaitu cara menghormati orang tua, mengajarkan kasih sayang kepada sesama, juga mampu berlaku adil sebagai laki-laki.

Selain itu, anak dididik untuk mendengarkan nasehat ibu, mengajak istri untuk patuh terhadap suami, membawa nama baik keluarga, serta bertanggung jawab atas perbuatan anak dan istrinya kelak. 

Anak laki-laki nantinya akan menuntun keluarganya menjadi keluarga islami terbaik. Hal ini tidak akan tumbuh jika tidak ada ajaran yang orang tua titipkan saat kecil.

Mendidik anak laki-laki, sama dengan perempuan harus dimulai dengan sikap dan contoh yang ayah dan ibunya ajarkan. Anak diberi pemahaman sejak dini tentang konsep tauhid, di mana Allah menjadi satu-satunya tempat berharap. Agar kelak anak laki-laki mampu hidup mandiri dan membawa keberkahan pada keluarganya.

Itulah beberapa hal penting mengenai aqiqah anak laki-laki, pandangan 4 mahzab serta ajaran orang tua pada anaknya. Besar harapan orang tua pada anak laki-lakinya yang kelak akan jadi pemimpin keluarga, bahkan untuk umat dan bangsanya. Perlu peran penting orang tua untuk bisa mengantarkan anak laki-lakinya menjadi versi terbaik dirinya secara islami.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *