Aqiqah Anak Laki-Laki dan Ketentuan Syariatnya

Kelahiran seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga tentunya akan disambut dengan suka cita. Hampir tidak didapatkan sebuah keluarga yang tidak mendambakan kehadiran anak laki-laki dalam kehidupan mereka. Maka merupakan hal yang wajar jika keluarga merasakan kebahagiaan yang sangat besar disebabkan hal tersebut.

Salah satu  syariat islam yang dituntunkan kepada setiap orang tua terkait kelahiran seorang anak laki-laki adalah menyelenggarakan aqiqah. Hal tersebut ditunjukkan dengan jelas oleh sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berikut ini :

كلُّ غلامٍ مرتَهَنٌ بعقيقتِهِ تذبحُ عنْهُ يومَ السَّابعِ ويُحلَقُ رأسُهُ ويُسمَّى

“Setiap anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur, dan diberikan nama.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Maka dari itu, setiap orang tua sangat dianjurkan untuk mengaqiqahi anaknya agar anak tersebut mendapatkan kelapangan dalam kehidupannya, sesuai dengan salah satu makna ‘tergadaikan’ yang disebutkan dalam hadits di atas.

Lantas bagaimanakah ketentuan syariat terkait dengan aqiqah? Yuk dapatkan jawabannya pada ulasan lebih lanjut di bawah ini.

Aqiqah Anak Laki-Laki dan Ketentuan Syariatnya

Bimbingan Syariat Terkait Tata Cara Aqiqah Anak Laki-Laki

1.Hewan yang Disembelih Berupa Dua Ekor Kambing/Domba

Salah satu ketentuan syariat terkait aqiqah untuk anak laki-laki adalah menyembelih dua ekor kambing atau domba. Hal ini berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas. Tidak ada ketentuan harus jantan atau betina, asalkan sudah memenuhi kriteria hewan sembelihan sebagaimana yang disebutkan sebagian ulama.

Jika orang tua hanya bisa menyembelih seekor kambing atau domba terlebih dahulu maka hal tersebut tidak mengapa, nanti satu ekor lainnya di waktu yang lain saat orang tua sudah memiliki kemampuan. Hal ini telah ditegaskan oleh para ulama seperti Asy-Syaikh Bin Baz dan Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rahimahallah, Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan Hafizhahullah, dan ulama lainnya.

2.Mencukur dan Memberikan Nama

Diantara bimbingan syariat saat seorang anak laki-laki di aqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya yaitu dicukur dan diberikan nama. Hal tersebut sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits di atas. Tapi ingat, mencukur itu bukan dilakukan sebagian saja, atau hanya bagian ujung beberapa helai rambut saja, karena mencukur itu harus keseluruhan. Sebab, di dalam hadits ada larangan tentang hal tersebut sebagaimana di bawah ini :

عن ابن عمر – رضي الله عنهما – قال: “نهى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عن القَزَع”؛ متفق عليه

“Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma, dia berkata”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang dari qoza’ (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Maksud dari qoza’ yang disebutkan di atas adalah mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya (tidak mencukur secara merata). Oleh karena itu, saat mencukur bayi pada waktu aqiqah, hendaknya dicukur secara merata.

Selain dicukur, bayi tersebut juga diberikan nama. Dalam hal ini pilihlah nama-nama yang baik, karena kandungan nama tersebut bermakna doa, di mana setiap orang tua berharap anaknya memiliki sifat, karakter, dan pribadi yang sesua dengan namanya.

3.Bersedekah Dengan Perak Setimbang Berat Rambutnya

Saat mengaqiqahi anak laki-laki, disyariatkan untuk menimbang rambutnya yang sudah dicukur tadi dan beratnya dinilai dengan perak lalu disedekahkan. Hal ini berdasarkan dalil di bawah ini :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: ” عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الحَسَنِ بِشَاةٍ، وَقَالَ: يَا فَاطِمَةُ، احْلِقِي رَأْسَهُ ، وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً

“Dari Ali bin Abi Tholib Radhiallahu Anhu, dia berkata “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengaqiqahi Hasan dengan seekor kambing”. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata “Wahai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak setimbang rambutnya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah).

Demikianlah penjelasan tentang tata cara aqiqah anak laki-laki berdasarkan syariat islam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kaum muslimin, khususnya bagi yang belum memahami tata cara aqiqah dalam islam. Oh ya, bagi siapapun yang ingin mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan aqiqah, sebaiknya gunakan jasa aqiqah yang profesional dan memahami tata cara aqiqah yang benar, salah satu adalah infoaqiqah.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *