Apakah Maksud dan Tujuan Aqiqah?

Sebelum membahas tentang maksud dan tujuan aqiqah, perlu kita ingatkan bahwa lahirnya seorang anak di tengah-tengah keluarganya merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah Azza Wajalla. Inilah salah satu tujuan dari pernikahan, yaitu untuk mendapatkan anak atau memperoleh keturunan.

Allah Azza Wajalla berfirman :

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu, serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Surah Al-Kahfi : 46).

Sangat jelas disebutkan dalam ayat di atas kalau anak-anak merupakan harta dan perhiasan dunia bagi kedua orang tuanya, sebagaimana halnya kedudukan harta benda yang dianggap berharga bagi setiap orang. Sehingga tidak diragukan lagi kalau kehadiran anak di tengah-tengah keluarga merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bahkan di antara doa yang senantiasa dipanjatkan orang tua adalah mendapatkan seorang anak yang sholeh dan menjadi penyejuk mata mereka. Hal ini disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya :

والذين يقولون ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Surah Al-Furqon : 74).

Setiap kenikmatan mengharuskan adanya rasa syukur, termasuk pula nikmat berupa anak. Allah Azza Wajalla berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Surah Ibrahim : 7).

Baca Juga : Inilah Hikmah Aqiqah yang Perlu Anda Ketahui

Maksud dan Tujuan Aqiqah yang Penting Untuk Diketahui

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa maksud dan tujuan aqiqah, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam sebuah ucapan beliau :

فالذبيحة عن الولد فيها معنى القربان والشكران والفداء والصدقة، وإطعام الطعام عند حوادث السرور العظام؛ شكراً لله

“Sembelihan untuk anak (mengaqiqahi anak), terdapat di dalamnya makna taqarrub kepada Allah, kesyukuran, penebusan, bersedekah, serta memberikan makanan saat muncul kebahagian yang besar, sebagai wujud kesyukuran kepada Allah…”( Tufhatul Maudud pasal ke-11).

Dari ucapan Al-Imam Ibnul Qayyim di atas, bisa disimpulkan bahwa tujuan aqiqah adalah sebagai berikut :

1.Bertaqarrub Kepada Allah

Karena aqiqah merupakan amalan yang dicintai dan diridhai oleh Allah, menunjukkan kalau aqiqah merupakan ibadah di sisi Allah. Oleh karena itu, saat orang tua mengaqiqahi anaknya, pada  dasarnya dia sedang bertaqarrub atau mendekatkan dirinya kepada Allah dengan melakukan amalan tersebut.

Tapi tentu saja amalan aqiqah yang dilakukannya hanya akan bernilai ibadah jika dilakukannya ikhlas semata-mata karena Allah dan tata cara aqiqah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

2.Sebagai Bentuk Penebusan

Tujuan aqiqah yang satu ini sangatlah jelas, karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri yang menyebutkan kalau setiap bayi yang baru lahir murtahanun (tergadaikan/tertebus) dengan aqiqahnya. Sudah kita jelaskan juga bahwa makna murtahanun dalam hadits tersebut tidak lepas dari salah satu dari  dua makna, yaitu tidak bisa memberikan syafaat atau tidak mendapatkan kelapangan pada jiwa dan kehidupannya kecuali diaqiqahi.

3.Wujud Rasa Syukur           

Karena kehadiran seorang anak merupakan nikmat, mengharuskan orang tua mewujudkan kesyukuran atas nikmat yang telah diberikan. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan melaksanakan amalan aqiqah.

Meskipun demikian, Allah tetap tidak mewajibkan amalan aqiqah tersebut untuk dilakukan pada hari ketujuh saja. Apabila orang tua tidak memiliki kemampuan pada hari tersebut, boleh menundanya pada hari yang lain saat sudah berkemampuan untuk menunaikannya.

4.Bersedekah dan Memberikan Makan

Maksud dan tujuan aqiqah lainnya adalah bersedekah dan memberikan makan kepada orang lain dari daging sembelihan aqiqah tersebut. Caranya bisa dilakukan dengan membagi-bagikan daging aqiqah yang sudah disembelih dalam bentuk mentah, atau memasaknya dan mengelolanya terlebih dahulu dalam bentuk makanan jadi lalu membagikannya, atau bisa juga dalam bentuk melaksanakan walimatul aqiqah, di mana orang-orang diundang untuk datang mencicipi menu aqiqah yang sudah dipersiapkan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *